Hargo.co.id GORONTALO – Kolam pemandian Lahilote menelan korban jiwa, adalah Ibrahim Basowan 12 tahun, warga Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, tewas melamise karena mencoba berenang ke tengah kolam, pada Minggu (28/8).
Kejadian ini sempat membuat para pengunjung lainnya panik, hingga suasana disekitar lokasi kejadian berubah mencekam.
Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, kejadian bermula ketika Ibrahim yang kala itu bermain dikolam bersama tiga rekannya, tiba-tiba ingin mencoba berenang hingga ke tengah kolam dengan kedalaman mencapai 5 meter.
Namun naas, aksi nekat bocah malang yang akrab disapa Akong itu, justru membawa maut. Nyawa Akong tidak bisa diselamatkan setelah dirinya tenggelam dalam kolam tersebut.
Anehnya, meski suasana siang itu cukup banyak pengunjung, tapi tak ada satu pun yang menolong korban.
Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut, tak ada satu pun saksi yang sempat melihat Akong tenggelam. Termasuk rekan-rekannya. Korban baru diketaahui meninggal ketika jasadnya muncul terapung dipermukaan kolam.
Para pengunjung yang melihat jasad Akong terapung langsung terkaget-kaget. Sebagian lagi panik. Oleh sejumlah warga, Akong kemudian dibawa RS Bunda Kota Gorontalo. Sesaat kemudian pihak keluarga tiba di Rumah sakit.
Jasad korban kemudian di bawa ke rumah duka di Jalan Pangeran Hidayat/Jalan Dua Susun (JDS), Kelurahan Heledulaa Utara. Menurut sejumlah warga, Akong adalah anak putus sekolah.
Sementara itu pihak Lahilote yang coba dikonfirmasi terkait kejadiaan naas ini enggan berkomentar. Begitu pun ketika disinggung Gorontalo Post terkait tak adanya tanda peringatan di wilayah kolam.
Sebab, sesuai pantauan, di wilayah kolam tak ada tanda khusus untuk membatasi areal untuk anak dan untuk dewasa/terlarang bagi anak-anak.
Terpisah, Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Indra Dalimunte mengatakan, sesuai hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam jasad korban.
Diduga kuat korban meninggal karena tenggelam. “Kami sudah melakukan visum, tidak ada bercak pukulan kepada tubuh korban. Saat ini jasad korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” tandasnya. (tr-49/ar/hargo)
