Hargo.co.id, GORONTALO – Didirikan pada Oktober 1997, Yayasan Al-Ishlah Gorontalo awalnya memiliki nama Yayasan Pengembangan Sumber Daya Umat. Kala itu, awalnya yayasan ini bergerak di bidang sosial dan dakwah yang dipimpin oleh Alm. H. Imam Ibnu Mas’ud.
Adapun beberapa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, penjualan sembako murah, sunatan gratis, pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan sebagainya. Sedangkan untuk bidang dakwah, secara aktif mengadakan pembinaan-pembinaan keislaman di sekolah.

Namun, sejak 2000 Yayasan Al-Ishlah memulai aktivitas di bidang pendidikan dengan mendirikan Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT). Menurut Ketua Yayasan Al-Ishlah Gorontalo, H. Helmi Adam Nento, pada 2022 yayasan yang dipimpinnya ini sudah memasuki usia ke-25 tahun.
“Jenjang pendidikan Al-Ishlah Gorontalo terdiri dari Raudhatul Athfal (RA/TK), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SMA Terpadu Al-Ishlah,” kata Helmi Adam Nento.
Ditambahkan, untuk SMA Terpadu Al-Ishlah dengan program berasrama/boarding school sehingga siswa dititipkan oleh orang tuanya sampai dengan tamat SMA. Semua jenjang pendidikan itu dilaksanakan dengan berbagai metode pendidikan dengan sentuhan Al-Quran didalamnya.

“Usia 25 tahun adalah usia produktif. Sehingga harapannya kita akan semakin produktif dalam mempersiapkan generasi muslim yang unggul dan berakhlak. Unggul dalam sains dan juga berakhlakul karimah,” tegasnya.
Tak heran, jika alumni pertama sekolah ini ada beberapa yang sudah sukses bahkan menjadi dokter dan profesi lainnya. (***)
Penulis : Rita Setiawati
