Hargo.co.id, GORONTALO – Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer berharap kontribusi dan dukungan yang diberikan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo dapat mewujudkan keamanan dan mutu produk obat dan makanan yang ada di daerah itu.
Dirinya mengatakan, selain perijinan untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kontribusi BPOM ini juga diharapkan juga mampu meningkatkan daya saing produk UMKM yang ada di tingkat daerah dan nasional maupun internasional.
“Saya kalau beli satu produk yang dilihat pertama adalah izin BPOM, karena kalau sudah ada berarti sudah terverifikasi dan aman dikonsumsi,” kata Hamka Hendra Noer dalam sambutannya pada forum konsultasi publik di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Kamis (17/11/2022).
Selain perijinan, para pelaku juga dapat membuat kemasan yang baik serta mampu menjaga kualitas produk yang ada dalam kemasan. Dengan begitu kepercayaan pembeli akan produk tersebut akan meningkat sehingga produk pun akan laris di pasaran.
“Kemasannya juga harus menarik, bagus, dan bisa menjaga isi produknya tidak cepat rusak,” kata Hamka Hendra Noer.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak enam UMKM menerima izin edar dari BPOM Gorontalo yang diserahkan langsung oleh Hamka Hendra Noer.
Izin edar BPOM diberikan kepada IKM Bilal Mekar Snack untuk produk panada tore, dan IKM Putri dengan produknya keripik pisuke atau pisang, susu, keju. Selain itu ada pula produk nugget daging, ayam, tuna, udang dan cakalang yang diproduksi oleh IKM Ghidza Sasuke.
Selanjutnya IKM Dahlia untuk produk keripik pisang dan nangka, serta IKM Maharani untuk pia coklat, keju, dan kacang hijau. Khusus untuk produk air minum kemasan, izin edar BPOM diberikan kepada Arifah Jaya.
Ditempat yang sama, Kepala BPOM Gorontalo Agus Yudi Prayudana mengatakan, enam UMKM yang memperoleh izin edar tersebut telah mengikuti program pendampingan pada tahun ini.
Dirinya mengungkapkan, sebelumnya ada 10 UMKM yang mendaftar untuk memperoleh izin edar BPOM. Namun empat di antaranya masih berproses untuk melengkapi dokumen, serta beberapa produk termasuk dalam kategori pangan resiko sedang dan tinggi sehingga harus dilakukan pengujian terlebih dahulu.
“Sumbangsih ini merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM dan juga untuk mendukung pertumbuhan perekonomian khususnya pasca pandemi COVID-19,” Katanya menandaskan.(***)
Penulis : Sucipto Mokodompis
