Hargo.co.id, GORONTALO – Banjir yang melanda sejumlah kelurahan di kecamatan Limboto pada Ahad (26/3/2023) kemarin, kini mulai berangsur surut dan menyisakan lumpur serta material sampah yang terbawa arus.
Pantauan Hargo.co.id pada Selasa (28/03/2023), sejumlah Warga di Kelurahan Hunggaluwa, salah kelurahan yang terdampak banjir mulai membersihkan rumah dan halaman.
Sejumlah perabotan rumah seperti Kursi, meja hingga lemari dan kasur mulai dikeluarkan di halaman untuk dibersihkan. Beberapa peralatan dapur yang masih bisa diselamatkan juga sedang dibersihkan.
Meski begitu, beberapa warga mengaku hanya membersihkan rumah sekedarnya saja. Mereka khawatir dengan kondisi cuaca yang saat ini masih menunjukkan tanda tanda hujan.
“Kami belum membersihkan keseluruh bagian rumah, karena cuaca sekarang ini tidak menentu. Kadang panas dan kadang hujan, jangan sampai setelah dibersihkan, ada banjir susulan lagi,” kata Femi Mooduto (50), salah satu warga Hunggaluwa yang terdampak banjir.
Dirinya mengatakan, Banjir yang merendam rumah warga tersebut mencapai satu meter. Akibatnya banyak perabotan rumah yang rusak hingga surat-surat penting lainnya basah dan hilang.
Sementara itu, Kepala lingkungan IV, Kelurahan Hunggaluwa, Abdul Hayun mengatakan, Banjir yang merendam 153 rumah di wilayah tersebut mengakibatkan 223 KK terdampak.
Menurutnya, salah satu yang memperparah banjir tersebut adalah jebolnya tanggul yang ada di kelurahan itu pada 2022 silam. Tumpukan karung berisi pasir yang yang buat untuk pengganti dinding tanggul tidak mampu menahan arus saat hujan deras.
Abdul Hayun mengatakan, tanggul tersebut belum diperbaiki hingga saat ini. Hal tersebut kerap menjadi keluhan warga saat musim penghujan.
“Banjir ini diakibatkan oleh tanggul yang jebol,” kata Abdul Hayun.
Dirinya berharap, tanggul yang rusak semoga segera diperbaiki agar tidak terjadi banjir lagi. Abdul Hayun juga mengucapkan terimakasih atas bantuan untuk warga di kelurahan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kami sudah terima bantuan dari Bupati Kabupaten Gorontalo, diantaranya ada 200 kantong beras, serta sejumlah bantuan lainnya,” dirinya menandaskan.(*)
Penulis: Nazlia Busra/Mahasiswa Magang UNG.
