Hargo.co.id, GORONTALO – Profesionalisme dan transparansi pengelolaan keuangan atau anggaran daerah sangatlah diperlukan. Hal tersebut terungkap saat awak media ini berbincang dengan beberapa aleg dan juga pemerhati serta aktivis Gorontalo Utara yang selama ini ternyata memperhatikan kondisi dan perkembangan daerah.
Untuk para aleg, mereka sangat khawatir dengan kondisi anggaran yang tengah berjalan saat ini, yang menurut perhitungan beberapa aleg yang paham akan sistem anggaran bahwa defisit daerah terus bertambah setiap bulan berjalan.
“Dan dikhawatirkan, daerah akan mengalami gagal bayar dengan kondisi yang terjadi saat ini,” ungkap aleg yang enggan namanya disebutkan.
Dengan kondisi yang ada tersebut, beberapa aleg mengatakan bahwa ini bukan lagi defisit anggran. “Namun yang terjadi saat ini kekurangan anggaran” tegas mereka.
Lain lagi dengan beberapa aktivis yang melihat bahwa daerah atau pemerintah harus lebih transparan dalam pengelolaan keuangan. Seperti yang dikatakan oleh Ayi Waras bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan peruntukannya.
“Jangan sampai terjadi lagi kekacauan anggaran, dimana anggaran untuk program lain, digunakan untuk pembayaran program lain. Ini tentu akan menjadi masalah,” jelasnya.
Sampai saat ini juga, menurut Ayi, defisit anggaran yang terjadi belum diketahui apakah sudah ada jalan keluarnya atau belum. Jika sudah ada, kata dia, darimana sumber anggaran yang akan digunakan untuk menutupi defisit yang terjadi.
“Jika ini sampai berlarut larut, maka akan berdampak pada pelaksanaan program kerja yang telah ditetapkan,” kunci Ayi.(*)
Penulis: Alosius M. Budiman
