Advertorial

Kades Trikora: Keberadaan Pelabuhan Lalape Sangat Membantu Warga

×

Kades Trikora: Keberadaan Pelabuhan Lalape Sangat Membantu Warga

Share this article
Pelabuhan Lalape yang berada di Desa Trikora Kecamatan Popayato. (Foto: PT. BJA)
Pelabuhan Lalape yang berada di Desa Trikora Kecamatan Popayato. (Foto: PT. BJA)

Hargo.co.id, GORONTALO – Keberadaan Pelabuhan Lalape di Desa Trikora Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato yang dibangun oleh PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Borong 6 PROPER Hijau, Tegaskan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan

Dari aktivitas tenaga bongkar muat (TKBM) saja memberikan Rp 700 juta – 800 juta per bulan kepada pekerja yang merupakan warga sekitar.

Umar Polumulo, Kepala Desa Trikora, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato mengatakan dengan adanya Pelabuhan Lalape BJA, sangat membantu masyarakat khususnya  untuk pembukaan lapangan pekerjaan.

Berita Terkait:  Mudah Berbaur dengan Berbagai Kalangan, Sawaludin Tuai Pujian dari Milenial Bone Bolango

Sebagian besar masyarakat dari desa Trikora dan desa sekitar di Popayato bekerja disitu sebagai buruh, teknik, petugas keamanan dan lainnya.

“Alhamdulilah, dengan adanya Pelabuhan Lalape, perekonomian masyarakat disini terbantu. Perputaran uang tiap bulan Rp 700-800 juta dari jasa TKBM, dulu belum ada sumber pendapatan itu,” kata Umar.

Berita Terkait:  Segera Bentuk Koperasi Plasma Kemitraan, PT. IGL dan BTL Gelar Pertemuan dengan Pihak Terkait

Dia pun merinci, warganya yang bekerja sebagai tenaga bongkar muat di Pelabuhan Lalape, bisa mendapatkan penghasilan Rp6 juta perorangnya dari setiap kapal yang datang.

Kedatangan kapal setiap 15 hari sekali, atau 2 kali sebulan, biasanya dibantu oleh sekitar 60 orang tenaga bongkar muat.
Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Hadir untuk Warga, 1.000 Paket Sembako Murah Disalurkan di Bitung

“Jadi kalau 1 orang tenaga bongkar muat bisa mendapatkan Rp 6 juta per kedatangan kapal dikali 60, dikali 2 (untuk sebulannya), berarti pendapatan dari tenaga bongkar muat saja mencapai Rp 720 juta sebulan. Ini hanya dari TKBM, belum dari pendapatan security, teknisi bahkan pedagang-pedagang di wilayah Pelabuhan,” terang Umar.

Dengan pendapatan tersebut, warga yang merupakan pekerja di Pelabuhan Lalape sudah memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan sudah bisa membeli motor.

Berita Terkait:  PPP Berangkatkan Simpatisannya ke Tanah Suci Tunaikan Umrah

Sebelumnya mereka kesulitan hanya sekedar untuk kebutuhan sehari-hari. Ini mengurangi tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran dan tingkat kejahatan.

“Dulu pemuda nganggur nongkrong, banyak pencurian, sekarang tidak lagi, mereka ada aktivitas yang menghasilkan,

sehingga meningkatkan keamanan dan perekonomian masyarakat,” jelas Umar.

Berita Terkait:  TIM PORA Pastikan Bisnis PT BJA Group Sudah Sesuai Aturan

Umar pun menambahkan dengan hadirnya Pelabuhan  PT. BJA, nyata memberikan dampak peningkatan sosial ekonomi yang nyata atas kemampuan daya beli masyarakat yang berpengaruh  terhadap pemenuhan giji keluarga, relevan terhadap mengatasi masalah pendidikan, kesehatan dan stunting.

Wisata Lalape 
Berita Terkait:  Aston Gorontalo Rayakan HUT ke-5, Regional GM Archipelago: Jaga Kerja Sama yang Solid

Umar pun heran ada pemberitaan yang menyebutkan keberadaan Pelabuhan Lalape mengganggu pariwisata di tempat tersebut.

“Saya juga bingung, keberadaan Pelabuhan kok mengganggu? Wisatanya Itu kan tetap ada, tapi memang kurang pengunjungnya, ini karena kita lihat daya tariknya, apakah diminati pengunjung. Seharusnya kalau ingin pengunjung kesitu, bikin apa kesitu.

Berita Terkait:  Pasca Penetapan Pemilu, Warga Gorontalo Diminta Jaga Stabilitas Kamtibmas Daerah

Dia menjelaskan pariwisata di sekitar Pelabuhan Lalape itu milik daerah, aparat desa dan Perusahaan tidak bisa ikut campur, hanya Pemerintah Daerah yang berwenang.

“Dari awal sampai sekarang hanya begitu-begitu saja. Bahkan kami sempat minta desa akan kelola,

tetapi kami dibebani Rp25 juta per tahun untuk disetor ke Pemda, sementara kami tidak tahu bagaimana perkembangannya.

Jadi ini tidak ada kaitannya dengan Perusahaan. Harusnya Masyarakat mendukung keberadaan Pelabuhan Lalape ini dan sama-sama menjaganya,” kata Umar.

Berita Terkait:  Salahgunakan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Patra Niaga Blokir 11.093 Nopol

Bahkan pihak PT. BJA sudah membangunkan jalan akses ke wisata Lalape yang tadinya belum ada dan juga merehab pos wisata Lalape.

“Jadi sangat jelas peran dan dukungan Perusahaan atas keberadaan dan kemajuan wisata Lalape,” tutup Umar.(*) 

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Bekali UMKM Manado Kuasai Pasar Digital