Ekonomi

Harga Bawang Merah di Pasar Pilolahunga Bolsel Naik Tajam, Capai Rp 40 Ribu per Kilogram

×

Harga Bawang Merah di Pasar Pilolahunga Bolsel Naik Tajam, Capai Rp 40 Ribu per Kilogram

Share this article
Harga Bawang Merah di Pasar Pilolahunga Bolsel Naik Tajam, Capai Rp 40 Ribu per Kilogram
Suasana jual beli bahan dapur di Pasar Pilolahunga tetap ramai meski harga bawang merah mengalami kenaikan.

Hargo.co.id, SULUT – Aktivitas jual beli di Pasar Pilolahunga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara pada Minggu (26/4/2026) terpantau tetap ramai meski sejumlah bahan dapur mengalami kenaikan harga.

Berita Terkait:  KAI Tambah Vending Machine untuk Isi Ulang KMT Secara Mandiri

Salah satu komoditas yang paling mencolok adalah bawang merah yang kini mencapai Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut bervariasi tergantung ukuran. Bawang merah berukuran besar dijual lebih mahal dibandingkan ukuran kecil.

Berita Terkait:  Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official

Para pedagang mengaku, lonjakan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan mulai memengaruhi daya beli masyarakat.

Salah seorang pembeli, Ida, mengaku terkejut dengan harga bawang merah saat ini. Ia mengatakan, harga yang biasanya lebih rendah kini membuatnya harus menyesuaikan jumlah pembelian.

Berita Terkait:  Arus Balik Nataru Masih Tinggi, KAI Sediakan 13.000 Tiket dan Diskon 30 Persen

“Biasanya tidak sampai segini, sekarang sudah Rp40.000 per kilo. Jadi terpaksa beli sedikit saja, disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Meski demikian, harga bahan dapur lainnya seperti rica (cabai), tomat, dan berbagai rempah-rempah masih relatif stabil. Kondisi ini membuat sebagian warga tetap berbelanja seperti biasa, meskipun harus mengatur pengeluaran, khususnya untuk bawang merah.

Berita Terkait:  Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

Ida menambahkan, kebutuhan dapur tetap menjadi prioritas. Menurutnya, stabilnya harga komoditas lain cukup membantu dalam mengatur belanja harian.

“Kalau rica, tomat, sama rempah lain masih aman harganya, jadi masih bisa diatur. Yang penting cukup untuk masak sehari-hari,” tambahnya.

Berita Terkait:  Pertumbuhan F&B Jakarta Dorong Evolusi Hospitality Modern

Di sisi lain, pedagang menyebut stok bawang merah saat ini sedikit berkurang dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga di pasaran.

Sementara itu, untuk rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan serai, harga masih stabil dan belum mengalami lonjakan.

Berita Terkait:  Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

Walaupun harga bawang merah meningkat, suasana pasar tetap hidup. Warga terlihat tetap berbelanja kebutuhan sehari-hari, dengan aktivitas tawar-menawar yang masih menjadi ciri khas pasar tradisional.(Mg-01)