Legislatif

Komisi IV Deprov Tekankan Penguatan SDM Kesehatan di RS Ainun

×

Komisi IV Deprov Tekankan Penguatan SDM Kesehatan di RS Ainun

Share this article
Komisi IV Deprov Tekankan Penguatan SDM Kesehatan di RS Ainun
Rapat kerja Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo bersama manajemen RS Ainun membahas KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Hargo.co.id, GORONTALO – Penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan menjadi salah satu isu utama yang disoroti Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo saat rapat kerja bersama manajemen Rumah Sakit Ainun dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Berita Terkait:  Wakil Ketua DPRD Kabgor Dorong Lahirnya Instruktur Muda Lewat Diklat PPIM 2026

Komisi IV menilai kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut perlu mendapat perhatian serius agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah pasien.

Anggota Komisi IV, Sri Darsianti Tuna, mengungkapkan bahwa ketersediaan dokter umum saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Berita Terkait:  Zulfikar Usiar Siap jadi Donatur Tetap di BAZNAS

Maka dari itu, ia mendorong manajemen RS Ainun untuk menjadikan penambahan tenaga dokter sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan anggaran tahun depan.

“Pelayanan kesehatan harus tetap menjadi prioritas. Ketersediaan dokter umum yang memadai sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan yang cepat dan maksimal,” ujar Sri Darsianti Tuna.

Berita Terkait:  Jawab Aspirasi Petani, Al Amin Bagikan Puluhan Alsintan untuk Warga

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa RS Ainun memiliki sekitar 16 dokter umum berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, sejumlah dokter masih menjalani pendidikan sehingga belum dapat bertugas secara penuh.

Di sisi lain, rumah sakit hanya didukung sekitar 10 dokter umum tenaga kontrak,

Berita Terkait:  Deasy: Buat Kebijakan, Harus Banyak Pertimbangan

jumlah yang dinilai masih belum ideal untuk memenuhi kebutuhan pelayanan,

khususnya pada jam-jam pelayanan padat dan layanan malam hari.

Berita Terkait:  Komisi I Dekab Gorut Bahas Perampingan OPD, Haris: Anggaran Bisa Hemat Hingga Rp 18 M

Menurut Sri Darsianti, keterbatasan jumlah dokter berpotensi meningkatkan beban kerja tenaga kesehatan yang bertugas. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain dokter umum, Komisi IV juga menyoroti komposisi tenaga kesehatan lainnya.

Berita Terkait:  Target PAD Masih Jauh, Safrudin: Harus Mendapat Perhatian Serius

Hasil pembahasan menunjukkan kebutuhan tenaga perawat masih cukup tinggi,

sementara jumlah tenaga bidan dinilai relatif lebih banyak dibandingkan kebutuhan pelayanan yang ada saat ini.

Berita Terkait:  Terkesan Buru-buru, Roman Minta Seleksi Terbuka Sekda Kabgor Ditunda

“Kami melihat perlu ada evaluasi terhadap distribusi tenaga kesehatan agar lebih seimbang. Kebutuhan di setiap bidang harus disesuaikan dengan kondisi riil pelayanan sehingga tidak terjadi kekurangan pada satu sektor dan kelebihan pada sektor lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, Komisi IV meminta manajemen RS Ainun melakukan pemetaan ulang kebutuhan SDM secara menyeluruh.

Berita Terkait:  Fraksi PKB Absen di Paripurna Ranperda APBD 2024, Suryaharto: Tak Ada Alasan Penundaan

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan anggaran yang disusun benar-benar diarahkan pada pemenuhan tenaga kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Perencanaan SDM harus berbasis kebutuhan pelayanan. Dengan begitu, anggaran yang dialokasikan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tandas Sri Darsianti Tuna.(Rmb) 

Berita Terkait:  Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan