Kabar Politik

Survei SMRC: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot Tajam, Tinggal 51,1 Persen

×

Survei SMRC: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot Tajam, Tinggal 51,1 Persen

Share this article
Survei SMRC_ Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot Tajam, Tinggal 51,1 Persen
Presiden Prabowo Subianto. Survei SMRC menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden mengalami penurunan signifikan dalam sembilan bulan terakhir. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan dalam sembilan bulan terakhir.

Berita Terkait:  Roni-Ramdhan Deklarasi Sebagai Peserta Pilkada Gorut, Diusung dan Didukung 8 Parpol

Temuan tersebut terungkap dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo kini berada di angka 51,1 persen.

Berita Terkait:  Hamim Pou Terdepak dari Ketua DPW NasDem Gorontalo?

“Sebanyak 51,1 persen warga menyatakan sangat puas atau cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo,” ujar Deni dalam paparan hasil survei yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Rabu (29/7/2026).

Di sisi lain, sebanyak 46,9 persen responden mengaku kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja kepala negara. Sementara 2,1 persen responden memilih tidak menjawab atau belum memiliki pendapat.

Berita Terkait:  Merlan Uloli Genggam Rekom PPP, Peluang Menang Makin Besar

Menurut Deni, angka kepuasan tersebut menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam dibandingkan hasil survei sebelumnya. Pada November 2025, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo tercatat mencapai 81,2 persen.

Namun, pada survei Februari–Maret 2026, angka itu turun menjadi 66,4 persen sebelum kembali merosot ke level 51,1 persen pada Juli 2026.

Berita Terkait:  Tonny Uloli Ngumpul dengan Petinggi Golkar Gorontalo, Ini yang Dibahas

“Jika dibandingkan dengan November 2025, terjadi penurunan hampir 30 poin,” kata Deni.

SMRC menilai penurunan tingkat kepuasan publik tidak terlepas dari persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional yang belum membaik.

Berita Terkait:  Pilgub Gorontalo: PKS Resmi Usung TU, Surat Rekomendasi Segera Terbit

Hasil survei menunjukkan hanya 15,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi nasional saat ini dalam keadaan baik.

Sebaliknya, hampir separuh responden atau 49,9 persen menyebut kondisi ekonomi nasional berada dalam keadaan buruk.

Berita Terkait:  MK Batalkan Hasil Pilkada Gorut, KPU Diinstruksikan Gelar PSU

“Lebih banyak warga yang menilai ekonomi nasional saat ini dalam kondisi buruk dibandingkan yang menilai baik,” ujarnya.

Sejalan dengan penurunan tingkat kepuasan, angka ketidakpuasan publik terhadap kinerja Prabowo juga terus meningkat. Pada November 2025, tingkat ketidakpuasan masih berada di kisaran 16 persen.

Berita Terkait:  Terpilih di Pilgub, Tonny-Marten Hadirkan Dokter Ahli di Tiap Rumah Sakit Daerah

Angka tersebut kemudian naik menjadi 31,7 persen pada survei Februari–Maret 2026 dan kembali meningkat menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.

Survei SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari seluruh Indonesia. Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui sambungan telepon seluler, sedangkan 144 responden yang tidak memiliki ponsel diwawancarai secara langsung.

Berita Terkait:  PSU Pilkada Gorut: Ridwan Dukung Calon Lain, PDIP Sebut Hanya Secara Pribadi

Populasi survei mencakup warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Survei ini memiliki margin of error sekitar 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(ast/jpnn)