Persepsi

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

×

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Share this article
Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana
Husin Ali

Sinergi Lurah, Camat, dan Sekolah Menuju Kota Gorontalo sebagai Ruang Belajar

Oleh: Husin Ali
Antropolog dan Praktisi Pendidikan

Berita Terkait:  Politik Kekerabatan

PAGAR sekolah membatasi halaman, tetapi tidak boleh membatasi tanggung jawab pendidikan. Sebab, anak-anak tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Mereka tumbuh dalam keluarga, berinteraksi di lingkungan tempat tinggal, menyerap nilai dari masyarakat, mengenal tradisi melalui kebudayaan, dan membentuk karakter dari berbagai pengalaman hidup yang dijumpai setiap hari.

Karena itu, membicarakan masa depan pendidikan tidak cukup hanya dengan membicarakan sekolah. Kita juga perlu membicarakan keluarga, kelurahan, kecamatan, kebudayaan, dan seluruh ekosistem sosial yang mengelilingi kehidupan peserta didik.

Berita Terkait:  Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Dalam konteks Kota Gorontalo, gagasan ini memperoleh makna yang lebih mendasar melalui instruksi Wali Kota Adhan Dambea untuk memastikan tidak ada anak yang tidak bersekolah.

Instruksi tersebut perlu dipahami bukan sekadar sebagai upaya mengembalikan anak ke bangku pendidikan, melainkan sebagai panggilan untuk membangun sistem pendidikan yang mampu menjangkau setiap anak sekaligus memberikan layanan bermutu kepada semuanya.

Berita Terkait:  Dalang yang Harus Bertanggung Jawab

Namun, ada satu hal yang perlu kita tegaskan. Memastikan semua anak bersekolah tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat untuk mendaftar. Kita juga harus memastikan bahwa setiap sekolah menjadi tempat yang dipercaya, berkualitas, dan layak menjadi pilihan terbaik bagi anak-anak di lingkungannya.

Cita-cita kita bukan sekadar tidak ada anak yang tidak sekolah, melainkan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan dan tidak ada sekolah yang dibiarkan tertinggal mutunya.

Berita Terkait:  Cegah Perilaku Bunuh Diri dengan Kecerdasan Emosional 

Di sinilah pendidikan harus melampaui pagar sekolah. Ia menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Ketika kita mengarahkan perhatian Membaca Wilayah, Memahami Kehidupan Warga, Salah satu tantangan pemerintahan modern adalah memastikan kebijakan tidak berhenti pada dokumen, laporan, dan angka administratif.

Berita Terkait:  Negeri Kaya yang Tak Memberi Kerja

Pemerintahan perlu mengenali kehidupan nyata warganya: persoalan yang mereka hadapi, potensi yang mereka miliki, perubahan yang terjadi di lingkungan, serta kebutuhan yang belum terjangkau pelayanan.

Dorongan Wali Kota Gorontalo agar pemerintah kelurahan dan kecamatan mengetahui perkembangan wilayah masing-masing memiliki relevansi penting bagi pembangunan pendidikan. Lurah dan camat tidak cukup hanya memahami batas administrasi, jumlah penduduk, atau agenda kegiatan pemerintahan. Mereka juga perlu mengetahui dinamika sosial yang berlangsung di tengah masyarakat.

Gorontalo Memulai
Persepsi

KETIKA bahasa ibu perlahan menjauh dari rumah, sebuah…