LIMBOTO, Hargo.co.id – Warga Gorontalo nampaknya harus lebih berhati-hati memilih daging untuk dikonsumsi. Pasalnya, saat ini beredar daging yang bagian dalamnya penuh dengan belatung. Hal itu terungkap menyusul kasus yang melanda Nolviranda Usman (30), warga Desa Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Ia pergi membeli daging sapi di salah satu tempat pemotongan hewan di Limboto. Setelah balik ke rumah, ternyata daging sapi yang dibelinya itu, penuh dengan belatung, Sabtu, (31/12/2016).
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, terungkapnya kasus itu bermula ketika Syarifudin Usman (ayah dari Nolviranda) menyuruh Ato, sopir keluarga untuk membeli daging di sebuah tempat pemotongan hewan di Limboto. Setelah dibeli, daging tersebut diserahkan kepada Nolviranda untuk diberisih.
Setelah diiris, betapa kagetnya Nolvarinda, bagian dalam daging tersebut dikerumuni banyak belatung yang sudah mati. “Dari awal saya sudah mulai curiga karena dagingnya terlihat tidak segar dan agak berbau,” ujar Nolviranda.
Mengetahui hal itu, daging tersebut langsung dikembalikan lagi oleh Syarifudin Usman ke tempat pemotongan hewan. Oleh penjualnya, mereka meminta maaf dan segera mengembalikan uangnya dengan menukarkan daging tersebut secara gratis. Akan tetapi Syarifudin menolaknya dan segera membeli di tempat lain.
Nolviranda mengaku kecewa. Sebab ia dan keluarganya sudah sejak dulu langganan tetap di tempat tersebut. “Baru kali ini kami mengalaminya, semoga pihak terkait bisa segera menindakinya supaya tidak ada yang menjadi korban,” tambahnya.
Sementara itu ditempat terpisah, Tati (47), pemilik tempat pemotongan hewan tersebut ketika dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui penyebab daging yang berulat ini.
Menurutnya, daging itu merupakan daging sapi yang dibelinya dari para peternak di Limboto.
“Daging disini semuanya segar dan baru dipotong, kita potong pagi sorenya kita jual,” tutur Tati. (tr-55/hargo).
