KOTA, hargo.co.id – Jelang seminggu pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) jenjang SMK sederajat.
Panitia penyelenggara Unas dalam hal ini Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) provinsi Gorontalo, Kamis (30/3) mulai mendistribusikan naskah Unas untuk Ujian Nasional Berbasis Pensil Kertas (UNPK).
Karena banyak sekolah di Provinsi Gorontalo yang sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sehingga jumlah dus untuk distribusi naskah tahun ini lebih sedikit.
Tahun ini hanya ada 144 paket dus yang didistribusikan ke masing-masing sekolah kabupaten/kota. Bukan hanya itu, jika biasanya panitia Unas menggunakan mobil boks untuk mendisribusikan naskah tersebut.
Kini panitia Unas sudah menggunakan mobil yang lebih kecil berjenis Avanza untuk proses pendistribusian tersebut.
Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Weni Liputo meninjau langsung pendistribusian naskah, Kamis (30/3) yang dititipkan di Kantor Pos Kota Gorontalo. Ditempat itu pula Weni mengatakan bahwa pendistribusian ini seperti tahun sebelumnya.
Namun bedanya, tahun ini untuk jenjang SMA sederajat pihak Provinsi yang langsung mengirim ke masing-masing sekolah.

“Untuk pengamanan naskah sendiri, jika sekolah bisa menjamin keamanan naskah tersebut bisa disimpan di sekolah. Tetapi jika tidak memiliki keamanan, sekolah bisa langsung
berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau polsek terdekat. Sehingga kebocoran soal itu bisa dihindari,” kata Weni Liputo kemarin.
Dengan semakin sedikitnya pelaksana UNPK, maka kedepan Weni Liputo mengupayakan agar seluruh sekolah di provinsi Gorontalo sudah menerapkan UNBK. Baik itu untuk pelaksanaan Unas, maupun ujian sekolah atau ulangan semester.
Ini demi menunjang mutu dan kualitas dari masyarakat khususnya para peserta didik di Gorontalo agar lebih mampu bersaing ditingkat Nasional bahkan Internasional.
Karena dari pelaksanaan UNBK tersebut akan menciptakan integritas dalam diri peserta didik agar tumbuh kepercayaan diri. Sehingga dalam menjawab setiap soal tanpa menunggu bantuan-bantuan dari pihak lain.
“UNBK ini kita orientasinya sama seperti sistem ujian di luar negeri. Dimana UNPK itu akan dikurangi dan beralih seluruhnya ke UNBK. Karena ini juga sebagai bentuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan, karena kita hanya membutuhkan tenaga yang sedikit untuk pelaksanaan Unas,” sambung mantan Penjabat Walikota Gorontalo itu.
Dari presentasi pelaksanaan Unas tahun ini, sudah lebih banyak sekolah yang menerapkan UNBK dibandingkan UNPK.
“Itu mengapa jumlah distribusi naskah kita sangat sedikit. Sekolah yang tidak UNBK ini disebabkan karena fasilitas yang tidak memadai. Akses untuk bergabung dengan sekolah lainpun sangat sulit. Karena dalam waktu tiga hari mereka menggelar Unas, harus bolak balik dengan jarak yang sangat jauh. Sehingga mau tidak mau mereka harus menggelar UNPK di sekolah masing-masing” tandasnya.(ndi/hargo)
