GORONTALO-hargo.co.id – Perkembangan teknologi saat ini membuat para pedagang kain di pasaran maupun di pertokoan tak lagi berpikir panjang untuk menjual barang dagangannya dengan harga murah.
Sejak jual beli online semakin marak, para pengusaha tak mau kalah, mereka pun menurunkan harga jual jauh lebih rendah dari biasanya, khususnya untuk pakaian, muali dari kaos, kemeja, celana panjang dan pendek, dll.
Sebagaimana pantauan Gorontalo Post, saat ini, kaos distro ada yang dijual pengusaha Rp 25 ribu per picis atau Rp 100 ribu per 4 picis, celana panjang Rp 75 ribu per picis, celana pendek Rp 40 ribu per picis, kemeja Rp 35-40 ribu per picis.
Rein, pedagang kaos dan celana di Kota Gorontalo mengatakan, persaingan bisnis saat ini semakin ketat dengan semakin canggihnya terknologi yang ada.
“Kami harus bersaing, karena banyak warga yang beli langsung di Jawa barang kebutuhan mereka dengan keinginan harga lebih murah,” katanya.
Turunnya harga jual pakaian ini sudah diberlakukannya sejak beberapa bulan terakhir. “Harga turun perlahan, misalnya kaos sebelumnya Rp 100 ribu 3 picis, sekarang ada Rp 100 ribu 4 picis,” tuturnya.
Tak hanya Rein, Risman Yusuf, salah seorang pemlik toko pakaian juga mengaku, omset usahanya kini menurun drastis akibat maraknya jual beli online.
Dari pendapatan sebelumnya yang bisa mencapai Rp 60 juta per bulan, kini dengan adanya jual beli online, pendapatannya hanya sekitar Rp 10 juta per bulan.
“Jadi sekarang saya akan menjual barang dengan harga yang lebih murah dari biasanya agar pembeli banyak. Selain itu, saya juga sering memperbaharui pajangan yang ad,” ujar Risman belum lama ini.
Namun, upaya yang telah dilakukannya itu belum membuahkan hasil. Penjualan saat ini masih anjlok dibanding dua tahun lalu.
Riman berharap agar pemerintah bisa membantu para pelaku usaha baik dari segi permodalan maupun pemasaran untuk memajukan dan mendongkrak kembali eksistensi para pedagang.(dan/hg)
