Hargo.co.id – MELIHAT sekolah bersih, asri dan banyak pohon hijau yang rindang itu memang sangat menarik. Bukan hanya itu, konsep kebersihan dan pemanfaatan ruang kosong sebagai lokasi yang menarik bagi Zetizen menjadi penilaian tersendiri.
Nah, untuk itu jangan heran, sekolah-sekolah sekarang banyak yang sudah menggunakan konsep itu. Selain untuk bisa meraih Adiwiyata, juga memberikan kenyamanan bagi Zetizen untuk belajar.
Dari beberapa sekolah yang sudah dikunjungi krew Zetizen, rupanya banyak sekolah yang mulai melakukan itu. Seperti di SMPN 1 Limboto, SMPN 8 Gorontalo, SMPN 2 Gorontalo dan SMPN 3 Gorontalo.
Layaknya SMP Negeri 1 Limboto yang kini sudah 3 tahun mendapatkan penghargaan kebersihan tersebut. Dalam mempersiapkan penilaian Adiwiyata, pihak sekolah berusaha untuk selalu menjaga lingkungan dengan cara melakukan penghijauan, drainase, pengomposan dan bank sampah/pengolahan sampah.
Selain itu sekolah yang berwawasan lingkungan ini, juga selalu memberikan sosialisasi kepada semua Zetizen untuk hidup bersih.
“Kami berusaha menyediakan tempat-tempat pemilahan sampah, agar peserta didik dapat mengerti dan mempraktekan langsung cara memilah sampah yang baik. Mulai dari memisahkan sampah B3, sampah organik hingga sampah non-organik,” ujar Riyanti Puluhulawa selaku penanggung jawab lingkungan di SMPN 1 Limboto.
Jika SMPN 1 Limboto sudah tiga kali meraih Adiwiyata. SMPN 3 Gorontalo juga dalam beberapa tahun ini terus membenahi sekolahnya untuk menjadi sekolah yang nyaman. Dengan segala kekurangan, SMP yang berada di jalan Joesoef Dalie atau di Jalan Dua Susun (JDS) berupaya untuk bisa meraih penghargaan tertinggi lingkungan tersebut.
“Kami sejuah ini belum mendapatkan Adiwiyata, namun persiapan yang kami lakukan sudah sangat maksimal sejak beberapa tahun lalu. Baik dari pemanfaatan lahan, penanaman tanaman berbau budaya.
Seperti ada pohon Pinang, pohon nangka dan kita juga membuat apotik hidup. Nah, sekarang kita tinggal menunggu hasil penilaian dari tingkat Kota sampai Provinsi.
Kalaupun semua syarat kita terpenuhi dan masuk nominasi Insyaallah kita bisa masuk nominasi tingkat Nasional. Mudah-mudahan usaha ini berbuah hasil yang maksimal,” terangnya.
Sebetulnya banyak sih sekolah di Gorontalo yang berkonsep seperti ini. Namun dengan kriteria penilaian yang sangat sulit membuat banyak pula sekolah gagal mendapatkan penghargaan Adiwiyata tersebut.
Lantas bagaimana komentar dari sekolah-sekolah yang juga berburu Adiwiyata untuk sekolah mereka? Yuk simak komentar mereka. (ZT-06/ndi)
