Hargo.co.id GORONTALO – Perekonomian daerah kini masih banyak bergantung pada sektor pertanian.
Ketika para petani mengalami gagal panen, ekonomi daerah pun mengalami penurunan.
Sehingga itu, kreatifitas para pemilik usaha kecil menengah (UKM) di Gorontalo dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian.
“Pertumbuhan ekonomi Gorontalo di 2016 anjlok, penyebabnya antara lain gagal panen dan banyak UKM belum semuanya melaksanakan kegiatan ekonomi secara baik, salah satunya kreativitas itu.
Jika ada kreativitas, akan muncul ide ide baru dalam mengembangkan usaha,” kata Plh Sekda Provinsi Gorontalo, Anis Naki pada kegiatan focus grup discussion,
pengembangan ekonomi kreatif dalam pembangunan Provinsi Gorontalo, yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, di Grand Q Hotel, Kamis (27/4).
Menurut Anis Naki, apabila UKM memiliki kreativitas yang tinggi, maka pendapatan pelaku usaha pun akan semakin besar.
“Ujung-ujungnya ini akan mempengaruhi perekonomian kita,” ujarnya dan mengharapkan agar kreativitas pelaku usaha di Gorontalo dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Resma Kabakoran, mengungkapkan, ekonomi kreatif sangat berkaitan dengan sektor pariwisata.
“Ekonomi kreatif merupakan gagasan baru dalam rangka pengembangan sistem ekonomi. Kurang lebih ada 16 sektor ekonomi kreatif, di dalamnya bisa arsitektur, kerajinan, pertunjukan seni, film, game, dll.
Mudah mudahan semua ini ada di Gorontalo. Ini yang akan dikembangkan dalam rangka pembangunan di Gorontalo dan memajukan pencapaian target pariwisata,” jelas Resma.
Ia menjelaskan, di tingkat pusat ada Badan Ekonomi Kreatif yang dibentuk melalui peraturan presiden RI Nomor 6 Tahun 2015.
Badan ekonomi kreatif adalah satu lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggungjawab langsung kepada presiden melalui Menteri Pariwisata.
“Sehingga sinergitas antara badan ekonomi kreatif dengan kementerian pariwisata itu sama. Untuk di daerah, baik Pemprov, Pemkab dan Pemkot ekonomi kreatif masuk dalam satu organisasi perangkat daerah itu di Dinas Pariwisata,” tuturnya.(dan/hargo)
