Kapolda Bidik Geng Motor-Prostitusi

×

Kapolda Bidik Geng Motor-Prostitusi

Share this article
Kapolda Gorontalo, Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail, saat memasang pita tanda operasi kepada personel Polda Gorontalo yang tergabung dalam Operasi Bina Kusuma Otanaha 2017, Kamis (27/4) (Foto. Humas Polda/for Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Untuk menciptakan suasana aman, nyaman dan tentram selama pelaksanaan ibadah pada bulan suci ramadan.

Kepolisian Daerah Gorontalo menggelar Operasi Bina Kusuma Otanaha 2017. Sasaran utama pelaksanaan operasi ini adalah pencegahan hingga pemberantasan aksi Premanisme, Prostitusi, Sex bebas, Geng motor serta kejahatan lain yang sering menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Gorontalo.

Hal ini dutegaskan Kapolda Gorontalo, Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail, MH saat memimpin langsung apel Operasi Bina Kusuma Otanaha, di Lapangan Mako Polda Gorontalo, Kamis (27/4).

Dalam arahannya, Brigjend Pol Drs Rachmad menegaskan, personel kepolisian yang masuk dalam jajaran Operasi Bina Kusuma itu bukan hanya personel dari Polda Gorontalo,

melainkan seluruh jajaran kepolisian yang ada di tingkat Polres dan Polsek di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

“Target utaman oeprasi ini adalah Premanisme, geng motor dan prostitusi yang selama ini menjadi masalah di tingkat masyarakat,”tegas Kapolda.

Tak hanya itu, Brigjend Pol Drs Rachmad juga menekankan, meski operasi ini bertujuan untuk memberantas premanisme,

namun anggota kepolisian ditekankan untuk tetap mengedepankan tindakan pembinaan terhadap para pelaku premanisme itu.

“Operasi ini akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dalam rangka terwujudnya kesadaran hukum masyarakat sehingga terbina peran serta masyarakat dalam sistem keamanan swakarsa guna memperkecil kemungkinan terjadinya potensi gangguan kamtibmas di Provinsi Gorontalo,” Ujarnya.

Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail juga mengatakan, operasi ini akan mulai dilakukan sejak Kamis (27/4) ini,

dan akan menyisir sejumlah lokasi hiburan malam dan tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi terjadinya kegiatan-kegiatan menjadi target dari operasi itu.

Seperti diketahui, dihari ke tujuh Ramadan, prostitusi terselubung kembali beroperasi. Ada beberapa titik yang menjadi tempat mangkal para wanita penghibur seperti Terminal 42 Kota Gorontalo.

Selain itu di taman Perlimaan Telaga yang biasanya sudah mulai dihiasi para waria yang mencari pria hidung belang ketika malam kamis dan malam minggu.

Selain itu aksi balap liar juga ikut merajalela dan meresahkan masyarakat ketika 10 hari setelah Ramadan.

Lokasi yang menjadi langganan balap liar yakni sepanjang jalan John Aryo Katili eks jalan Andalas, sepanjang jalan Raden Saleh, Jalan Panjaitan dan Agusalim.

Untuk itu dengan adanya operasi ini diharapkan bisa memberikan tindakan tegas agar penyakit masyarakat tersebut tidak merajalela disaat bulan Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya.(tr-45/hargo)