Matcha Vs Ocha, Mana yang Lebih Baik untuk Menurunkan Berat Badan

×

Matcha Vs Ocha, Mana yang Lebih Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Sebarkan artikel ini

Hargo.co.id – Kandungan kafein dalam teh hijau diyakini memiliki efek sinergis dalam mengurangi berat badan dengan meningkatkan pembakaran energi dan oksidasi lemak dengan cara mengurangi produksi asam lemak dan penyerapan lemak.

Matcha dan Ocha keduanya sama-sama berasal dari teh hijau. Perbedaan utama antara matcha dan ocha biasa adalah proses pengolahannya.
ocha adalah daun teh yang masih agak utuh, sedangkan matcha adalah daun teh hijau yang sudah digiling halus menggunakan batu menjadi halus.

Yang membedakan ocha dan matcha adalah, daun teh yang diolah menjadi matcha sebelumya di tutupi untuk menstimulasi peningkatan kadar klorofil yang menyebabkan daun berwarna hujau pekat. Daun pekat ini yang diyakini memilki kadar asam amino yang tinggi.

Matcha mengandung 100 persen daun teh, yang bila dikonsumsi menyediakan sumber nutrisi yang lebih terkonsentrasi dibandingkan dengan teh hijau biasa (Ocha) di mana dedaunannya tenggelam dalam air.

Satu cangkir matcha, terbuat dari satu sendok teh bubuk, umumnya mengandung sekitar 70 mg kafein yang hampir dua kali lipat dari secangkir Ocha, dan juga sekitar 137 kali EGCG polifenol paling aktif dari teh hijau biasa.

Menurut sebuah studi di American Journal of Clinical Nutrition, teh hijau dapat berperan dalam optimalisasi komposisi tubuh melalui stimulasi thermogenesis dan oksidasi lemak. Karena matcha memiliki manfaat kesehatan yang sama. Namun, karena matcha memiliki profil antioksidan yang lebih terkonsentrasi, satu cangkir matcha setara dengan sekitar 3 cangkir teh hijau biasa.

Alhasil, Anda bisa mengonsumsi lebih sedikit matcha untuk mendapatkan manfaat yang sama seperti teh hijau biasa.

Untuk menurunkan berat badan yang optimal, matcha harus dikonsumsi setiap hari dan dikombinasikan dengan program nutrisi dan pelatihan yang sesuai. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pemakaian catechin dan EGCG secara berurutan dan jangka panjang secara signifikan mengurangi akumulasi lemak tubuh dan meningkatkan oksidasi lemak.

Namun, tidak dianjurkan untuk minum lebih dari 2 cangkir matcha per hari karena mengandung sejumlah besar senyawa tanaman yang sangat banyak dan mungkin mengandung kontaminan dari tanah atau lingkungan. (hg/mia/pojoksatu)