Hargo.co.id – Tingkat konsumsi rokok bagi masyarakat di daerah masih tinggi. Bahkan saking tinggi uang yang dikeluarkan oleh setiap keluarga untuk tembakau itu lebih besar ketimbanga biaya sekolah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar menyebutkan, ada 20 jenis pengeluaran bagi setiap keluarga yang disurvei. Biaya paling tinggi yang dikeluarkan oleh keluarga yakni untuk sewa rumah.
Selain sewa rumah, pengeluaran keluarga yang harus dialokasikan setiap tahunnya yakni biaya angkutan udara, bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin atau sejenisnya, nasi dengan lauk, angkutan dalam kota.
![]()
Ilustrasi (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)
Kemudian termasuk pula tarif pulsa ponsel, rokok kretek filter, tukang bukan mandor, mobil, daging ayam ras, upah pembantu, kontrak rumah, biaya sekolah dasar, tarif air minum ATB, rokok putih, emas perhiasan, rokok kretek dan mi.
“Dan yang mengejutkan di beberapa wilayah pesisir ternyata rokok kretek filter lebih besar konsumsinya dibanding biaya sekolah dasar,” tutur Panusunan seperti yang dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (23/7).
Dia menyebut survei pengeluaran konsumsi dan biaya hidup kota yang dilakukan BPS berlaku selama lima tahun. “Karena tahun ini jadwalnya adalah mengupdate angka 2012. Tapi karena kita melaksanakan sensus ekonomi lanjutan. Maka minta undur sampai tahun 2018,” jelasnya.
Sebelumnya, biaya hidup di Batam termasuk salah satu paling tinggi di Indonesia. Batam menepati urutan kelima, dimana satu keluarga, membutuhkan uang Rp 6,3 juta per bulannya.
Sebagai daerah kepulauan, semua bahan logistik dibawa melalui jalur laut ke Batam. Hal ini tentu saja mempengaruhi pada harga yang dibayarkan masyarakat. Selain itu, hampir 95 persen kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari luar daerah dan Batam bukanlah daerah penghasil.
Itu makanya upah minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi. Karena disesuaikan dengan biaya hidup yang juga tergolong tinggi,” pungkasnya. (hg/iil/jpg/JPC)
