Baca! Melintas Siang Hari, Kontainer Ditilang

×

Baca! Melintas Siang Hari, Kontainer Ditilang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Kendaraan berbadan lebar seperti kontainer dan mobil tangki tak bisa lagi melintas di siang hari khususnya di wilayah Kota Gorontalo. Bagi yang melanggar siap-siap ditilang.

Pemerintah sebenarnya telah menerbitkan surat edaran nomor 551/Hubparkominfo/140/I/2014 sejak tahun 2014 lalu, dimana waktu operasional kontainer hanya bisa melintas dari pukul 23.00 wita – 05.00 wita. Hanya saja surat edaran ini banyak diabaikan.

“Sekarang tidak bisa lagi. Kita sudah sepakat kalau kontainer itu tidak bisa lagi melintas siang hari, akan ditilang,”ujar Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro, usai memimpin rapat bersama Dirlantas Polda Gorontalo, jajaran Dishub Kabupaten/kota, para pengusaha pengguna jasa ekspedisi serta para pengusaha ekspedisi di Gorontalo,(29/9) kemarin.

Menurut Jamal Nganro, pembatasan lalulalang kontainer ini karena kepadatan lalulintas yang tidak bisa lagi dihindari. Apalagi di khususnya di Kota Gorontalo, kondisi jalan relatif kecil. “Sehingga kalau kontainer melintas itu akan terjadi kemacetan,”ujarnya.

Begitu pun dengan kendaraan yang parkir di tepi jalan. Ia menegaskan, dalam edaran tersebut juga dilarang. Kontainer yang parkir dan bongkar muat di tepi jalan, menurutnya menganggu lalu lintas dan membahayakan pengendara jalan yang lain. “Sudah banyak kecelakaan yang terjadi,”tegasnya. Penindakan bagi pengendara kontainer akan dilaksanakan bersama pihak kepolisian.

Sementara kebijakan pembatasan lalulintas kontainer ini mendapat tanggapan dari para pengusaha. Zainal Mappe, owner Karsa Utama Mall mengaku banyak menggunakan jasa eskpedisi.

Menurutnya, pembatasan ini ditakutkan akan berdampak pada inflasi. Sebab jika bongkar muat dilakukan malam hari, maka akan menambah biaya distribusi barang.

“Biaya distribusi mahal, akan mempengaruhi harga barang. Harga barang mahal inflasi naik, daya beli konsumen lemah, pertumbuhan ekonomi tertekan. Itu yang harus kita pikirkan,”ujar Zainal Mappe.

Ia mengatakan, tidak masalah distribusi barang dilakukan dengan menggunakan mobil truk kecil dari depo kontainer ke pemilik barang. Namun lagi-lagi hal itu tidak efektif, sebab pasti akan menambah cost distribusi, dan tingkat kerusakan barang sangat tinggi.

Hal yang sama disampaikan perwakilan Tanto. Dikatakanya, setiap bulan 4000-6000 kontainer yang bongkar muat dan didistribusikan ke pemilik barang. Cara efektif pendistribusian barang dilakukan dengan mengantar langsung ke pemilik barang.

“Kalau distribusi dilakukan malam, berarti ada penambahan biaya tenaga kerja,”jelasnya. Jika menggunakan mobil kecil dari depo kontainer ke pemilik barang, maka satu kontainer minimal membutuhkan tiga mobil truk. “Biayanya tiga kali lipat, tingkat kerusakan barang juga tiga kali lipat,”tegasnya. (tro/hg)