Hargo.co.id – Belgia dikenal sebagai negara surga makanan. Dari mulai keju, cokelat, susu, hingga kentang goreng. Negara yang terletak di pusat benua Eropa itu memang dikenal kawasan budidaya kentang. Sebagian besar kentang yang digunakan di benua tersebut berasal dari Belgia dan hanya sebagian kecil yang didatangkan dari Prancis, Jerman, dan Belanda.
Meski kaya dengan surga makanan lezat, Duta Besar Belgia untuk Indonesia Patrick Hermann ternyata suka dengan beberapa masakan nusantara. Pertama, dia langsung menjawab dengan lugas, yakni Gado-gado.
“Gado-gado adalah makanan Indonesia yang paling saya suka. Saya suka variasinya, saya suka cara memasaknya, saya suka rasanya,†ujarnya kepada JawaPos.com dalam acara perkenalan ‘Kentang Goreng Khas Belgia (Belgian Fries)’ di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/11).
![]()
Dubes Belgia untuk Indonesia, Patrick Hermann menuangkan topping ke kentang goreng khas Belgia di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/11). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Meski dirinya bukan seorang vegetarian, Patrick menyebut gado-gado sebagai saladnya Indonesia. Makanan sehat tanpa digoreng dan kaya serat. “Sangat sehat untuk vegetarian, meski saya bukan vegetarian. Saat saya mencicipinya sejak awal, dan masih suka sampai saat ini,†ujarnya.
Masakan lainnya yang digemari Patrick adalah sate. Sate ayam sudah diburunya sejak kecil bersama orang tuanya dan kakek neneknya saat mengunjungi Indonesia.
“Saya suka sate, ketika saya masih kecil banyak restoran Indonesia kami datangi mencari sate ayam,†ujar Patrick.
Patrick paling senang dengan rasa menu Indonesia yang diperkaya cita rasa pedas. Bahkan dia menyebutkan aneka masakan dari Sumatera yang menjadi ciri khas dan seringkali menjadi hidangan utama di kediamannya.
“Saya suka pedas, bisa menikmati semua makanan dari Aceh sampai Padang. Rendang juga suka kami hidangkan karena Belgia kaya daging sapi juga, dan rasanya lezat sekali,†tutup Patrick tersenyum.
(ika/JPC/hg)
