GORONTALO, Hargo.co.id – Suhu politik jelang Pilwako makin hangan diikuti. Tiga kandidat yang disebut-sebut bakal bertarung di Pilwako pun mulai menggalang kekuatan. Tidak saja mengumpulkan dukungan warga dan partai politik, tapi juga merangkul sejumlah tokoh yang dinilai berpengaruh.
Terbaru adalah sikap Fardiyanto Koniyo (FYK) yang merapat ke Adhan Dambea, salah satu kandidat calon walikota.
FYK sepertinya mengurungkan niatnya untuk maju ke Pilwako. Ketua DPRD Kota Gorontalo yang juga Sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo ini bahkan membawa tim pemenanganya bertemu Adhan.
Ini bisa saja mengindikasikan FYK enggan mendukung Marten Taha, ketua DPD II Golkar Kota yang telah mendapat rekomendasi Golkar untuk ke Pilwako.
Pernyataan paling menohok disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Gorontalo Hais Nusi. Hais yang termasuk dalam tim FYK menilai, jika mereka tidak lagi dihargai lagi oleh Marten Taha. “Kita sudah tidak dipakai lagi. Bahkan kita sering dikatakan bodoh di media sosial oleh tim dari pak Marten,”kata Hais.
Kondisi ini bisa menjadikan Marten Taha sulit mendapatkan dukungan full dari kader Golkar Kota Gorontalo. Kendati mendapat rekomendasi Golkar, tapi mesin parpol tak bekerja optimal.
Bahkan, ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo, belakangan justeru intens melakukan pertemuan dan komunikasi dengan Rum Pagau.
Rum merupakan mantan Bupati Boalemo yang juga serius maju di Pilwako. Mantan Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo ini mengaku sudah mendapat dukungan PPP dan PDIP. “Calon yang sudah paling siap itu saya.
Partai sudah ada PPP dan PDIP, dan Demokrat akan menyusul,”ujar Rum Pagau. Rusli Habibie ia yakin akan mendukungnya. Bisa dilihat dari intensnya komunikasi dan pertemuan yang mereka lakukan.
Memang, dalam beberapa kesempatan, Rusli Habibie – Rum Pagau selalu bertemu, misalnya yang terbaru Rum menemui Rusli Habibie saat sedang berenang di kawasan Puri Manggis, Kota Gorontalo, Sabtu (18/11).
Besoknya,ahad (19/11) Rusli-Rum nyeruput kopi bersama di warung kopi Jl. Budi Utomo, Kota Gorontalo. Intensnya pertemuan dan komunikasi Rum – Rusli diakui Rusli Habibie. Ia mengatakan, Rum Pagau bahkan selalu mengkomunikasikan bagaimana konsep membangun kota kedepan.
Jika Rum serius untuk bertarung di Kota, Rusli menyaranka agar mantan Bupati Boalemo ini rajin turun sosialisasi ke masyarakat. “Dan memang, calon walikota yang selama ini intens berhubungan dengan RH (Rusli Habibie) itu hanya pak Rum dan pak Adhan,”ujar Rusli Habibie.
Secara pribadi kata Rusli, ia mendukung calon walikota yang serius membangun daerah, menata kota lebih baik, bebas kumuh, apik, dan memiliki moral yang baik. “Kota Gorontalo itu adalah etalase provinsi Gorontalo. Wajah Gorontalo ada di kota. Dan kota butuh pemimpin yang serius menata kota,”ujar Rusli Habibie.
Secara tegas, Rusli tidak menyebut nama kandidat yang akan ia dukung. Hanya saja suami Idah Syahidah ini mencontohkan kinerja Rum Pagau saat memimpin Boalemo. Hanya dalam tempo lima tahun, daerah pemekaran tertua di Gorontalo itu nampak perubahan yang signifikan.
Misalnya ibukota Boalemo, Kota Tilamuta yang kini berubah total, jalan-jalan dibenahi, dan pariwisata yang dibuat mendunia. Menurut Rusli, baik Marten Taha, Adhan Dambea dan Rum Pagau, tidak perlu lagi untuk berkampanye mengubar janji ke masyarakat.
Sebab ketiganya sudah pernah menjadi kepala daerah. Adhan merupakan walikota Gorontalo (2008-2013), Marten Taha adalah petahana, dan Rum Pagau adala Bupati Boalemo (2012-2017). “Saatnya rakyat yang menilai. Pak Adhan sudah berbuat apa selama jadi walikota.
Pak Marten apa saja yang dilakukan, dan pak Rum apa kinerjanya di Boalemo,”ujar Rusli Habibie. “Saya yakin masyarakat kota adalah pemilih cerdas, sudah bisa menilai,”tambahnya. (tro/hargo)
