Pemerintah Jamin Harga Jagung Stabil

×

Pemerintah Jamin Harga Jagung Stabil

Sebarkan artikel ini
Inspeksi gudang jagung di Kota Gorontalo yang dilakukan Pemprov Gorontalo dan Bulog untuk memastikan harga jagung tidak anjlok. (foto : jitro paputungan / gorontalo post)
Inspeksi gudang jagung di Kota Gorontalo yang dilakukan Pemprov Gorontalo dan Bulog untuk memastikan harga jagung tidak anjlok. (foto : jitro paputungan / gorontalo post)

GORONTALO,Hargo.co.id – Sebagian petani di Gorontalo belakangan dibuat resah dengan harga jagung yang anjlok, bahkan berada dibawah Rp 3.150 per kg untuk kadar air 17 persen. Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Badan Urusan Logisti (Bulog) Divisi Regional (Divre) Gorontalo turun tangan, untuk memastikan harga jagung di tingkat petani tetap stabil.

“Sesuai pemantauan di gudang pengumpul jagung, harga jagung dengan kadar air 17 persen diambil dengan harga Rp3.100,00 hingga Rp3.150,00 per kg, jadi tidak benar kalau harga jagung turun,” kata Wagub Idris Rahim usai melakukan inspeksi ke salah satu gudang pengumpul jagung di Kota Gorontalo, kemarin.

Menurutnya, harga jagung ditingkat petani rendah bisa jadi karena kadar air yang masih tinggi, atau masih menggunakan sistem tengkulak. “Biasanya petani tidak sabaran, sehingga masih basah sudah dijual. Keringkan dulu, sehingga harganya juga tinggi,” ujar Wagub Idris Rahim yang didampingi Kadis Pertanian Mulyadi D Mario.

Pihak Bulog sendiri memastikan akan mengambil alih pembelian jagung petani, jika harga di pasaran anjlok. “Sesuai ketentuan Bulog akan beli jagung. Tapi saat ini harga tetap sesuai ketentuan 3.150 per kg,”kata kepala Sub Divre Bulog Gorontalo Castro Hermanses.

Dalam sidak kemarin, Diskumperindag menemukan alat takar kadar air jagung yang tidak sesuai. Terjadi perbedaan angka antara alat tester jagung milik Diskumperindag dengan milik pengusaha pengumpul jagung. Selisihnya bahkan sampai 4 persen.

“Kita sita alatnya, dan kita lihat lagi, bisa diproses (hukum) atau tidak,”ujar Kadis Kumperindag M.Nandjamudin. Kadis Pertanian Mulyadi Mario mengingatkan agar pengusaha jangan coba-coba mengakali petani. “Mereka empat bulan berkutat di kebun, lalu ditipu dengan alat ukur,”tandasnya. (tro/hg)