Dongkrak Ekonomi, Potensi Gorontalo Harus ‘Dijual’

×

Dongkrak Ekonomi, Potensi Gorontalo Harus ‘Dijual’

Share this article
Diskusi ekonomi yang digelar di salah satu warung kopi di Kota Gorontalo, semalam (17/1). Diskusi dihadiri oleh banyak elemen, baik pemerintah, pengusaha, pengamat ekonomi dan media cetak. (Foto Rinto/Gorontalo Post)

GORONTALO, Hargo.co.id – Perekenomian Gorontalo pada triwulan III 2017 lalu cenderung menurun. Bahkan secara nasional, Gorontalo berada di posisi ke-16. Ini sebagaimana yang terungkap pada diskusi dengan tema menerawang dinamika Gorontalo di 2018 yang digelar disalah satu warung kopi di Kota Gorontalo, Rabu malam (17/1).

Dalam kesempatan itu, salah seorang pengamat ekonomi, Amir Arham menjelaskan, selain ekonomi yang cenderung menurun, angka kemiskinan Gorontalo juga berada pada posisi ke-5 tertinggi.

Masalah yang terjadi ini pun menuai sejumlah penilaian dari para peserta diskusi. Misalnya, Direktur Utama Gorontalo Post, Mohamad Sirham. Ia mengatakan, untuk bisa meningkatkan perekonomian, potensi potensi yang dimiliki Gorontalo harus dapat dipromosikan.

“Seperti sektor pertanian, beras kita punya kualitas bagus, bisa dipasarkan secara nasional,” katanya.

Selain itu, menurutnya, agar ekonomi Gorontalo semakin kuat, perlu diberikan kesempatan luas kepada pelaku usaha lokal untuk dapat berkembang dengan baik di daerah sendiri.

Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia, Ahmad Kosasi menjelaskan, penyumbang terbesar ekonomi di Gorontalo adalah sektor pertanian. “Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi Gorontalo akan meningkatkan,” katanya.

Salah seorang pengusaha besar, Zaenal Mappe juga mengatakan, di 2017 lalu, pertembuhan ekonomi Gorontalo tak begitu signifikan.

“Ada sedikit kenaikan, itu hanya berasal dari kenaikan harga barang, penyebab tidak adanya kenaikan yang signifikan yaitu lemahnya daya beli masyarakat dan inflasi. Dan juga dipengaruhi oleh kenaikan cost UMP yang mempengaruhi harga barang,” jelasnya.

Arifin Katili, peserta diskusi lain, menambahkan, pemerintah Provinsi Gorontalo pada 2018 ini menjadikan sektor pariwisata sebagai program unggulan tak lain untuk meningkatkan ekonomi Gorontalo. “Jika pariwisata berkembang nantinya akan berdampak pada pendapatan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
(tr 59/hg)