Ahok Maafkan Veronica?

×

Ahok Maafkan Veronica?

Share this article
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersama sang istri, Veronica Tan serta putranya, Nicholas Sean (Puguh Sudjatmiko/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Isu Pria Idaman Lain (PIL) membuat rumah tangga pasangan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terancam hancur.  Sidang perdana mereka dalam gugatan cerai akan dimulai pada 31 Januari 2018. Nantinya tentu ada proses mediasi mendamaikan keduanya.

Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie menilai peluang mediasi untuk mendamaikan keduanya memang 50-50, tergantung pada kekuatan komitmen masing-masing. Namun jika diterpa isu perselingkuhan, Liza menilai pintu maaf Ahok untuk Vero bisa saja terbuka. Dengan catatan Ahok tipe orang yang cuek dengan kesalahan tersebut.

“Jika perceraian disebabkan perselingkuhan, tergantung dari orangnya tuh. Ada pasangan yang pasangannya selingkuh mencoba memaafkan deh, karena lebih cuek. Mungkin salah gue juga kali sehingga lebih introspeksi,” kata Liza kepada JawaPos.com, Kamis (18/1).

Menurut Liza, mediasi bisa saja berhasil jika Ahok tipe pria yang legowo dan menanggapi masalah perselingkuhan dengan melakukan evaluasi diri.

Namun, kata Liza, pintu maaf akan betul-betul tertutup rapat jika Ahok tipe orang yang sangat prinsip.

“Sebab ada pasangan yang berat melanjutkan rumah tangga setelah adanya isu perselingkuhan. Pada akhirnya nanti nama orang ketiga itu disebut-sebut terus disindir-sindir terus,” jelas Liza.

Hal itu tetap akan membuat hubungan rumah tangga tak karuan. Sehingga tak ada lagi kehidupan harmonis.

“Jadi terserah pasangan atau Pak Ahok, jika memutuskan bareng lagi bersama lagi misalnya nantinya berantem-berantem lagi. Sanggup enggak jalani hidup rumah tangga dengan goresan luka yang sudah ada. Siap enggak hidup dengan bekas luka, kalau enggak siap nanti dulu,” papar Liza.

Dia menganalogikan hubungan rumah tangga yang retak seperti keramik yang rerak di mana nantinya akan tetap pecah. Begitupun mediasi yang dilakukan karena adanya isu perselingkuhan.

(ika/JPC)