GORONTALO, Hargo.co.id – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak di Gorontalo, tidak hanya menampilkan sosok para kandidat yang mengundang perhatian warga. Yang paling dinanti juga adalah siapa pejabat yang ditunjuk untuk menduduki jabatan pelaksana tugas (plt) kepala daerah, bagi daerah yang kepala daerah dan wakil kepala daerahnya kembali mencalonkan diri. Seperti di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).
Di daerah ini, Bupati, Wakil Bupati dan Sekda ikut bertarung di Pilkada. Sehingga jelas, akan terjadi kekosongan kursi pimpinan saat mulai masa kampanye. Untuk mengisinya, menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Sejumlah figur birokrat senior Pemprov mulai diwacanakan layak untuk mengisi DM 1 F. Terutama bagi para pamong yang memiliki ikatan emosional dengan warga Gorut atau yang mengetahui persis kondisi daerah paling bungsu di Gorontalo itu.
Beberapa figur tersebut seperti Risjon Sunge. Ia tidak hanya orang Gorut, tapi juga pernah menduduki jabatan strategis seperti Kepala Bappeda di era Rusli Habibie menjadi Bupati Gorut.
Kadis Sosial Pemprov Gorontalo ini bahkan pernah menjadi kandidat wakil kepala daerah pada Pilkada Gorut lima tahun lalu. Selain Risjon, muncul nama Asri Banteng. Srikandi yang satu ini juga merupakan birokrat Pemprov asal Gorut.
Soal kepemimpinan tak perlu diragukan, Asri sudah beberapa kali menjabat posisi eselon II baik di Pemprov maupun di Gorut, bahkan lulusan STPDN ini merupakan jebolan Lemhanas RI. Selain itu ada pula nama Ridwan Yasin dan Slamet Bakri.
Keduanya juga adalah birokrat Pemprov yang pernah berkarier di Gorut. Slamet bahkan pernah menjabat Camat Kwandang dan jabatan kepala dinas di Gorut.
Nama Adrian Lahay juga tak boleh dikesampingkan. Mantan kepala Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo itu bahkan disebut-sebut sebagai kandidat Bupati di Gorut.
Sejumlah baliho dan stiker pria asal Sumalata ini sudah banyak beredar di Gorut. Hanya saja hingga akhir masa pendaftaran Pilkada 2018, Adrian Lahay tak tercover.
Pengalamanya memimpin sejumlah OPD Pemprov bisa jadi modal utamanya dalam mengendalikan sementara waktu kepemimpinan di Gorut.
Apalagi jabatan Plt Bupati bukan hal baru bagi Adrian. Alumni HMI ini pernah diplot Gubernur Rusli Habibie sebagai Plt Bupati Boalemo pada Pilkada 2017 lalu. Begitu pun dengan Weni Liputo, pamong senior yang memulai kiprahnya di Gorut ini bisa jadi pilihan Gubernur Rusli Habibie untuk Plt Bupati Gorut.
Apalagi Weni terbilang sukses saat menjadi Penjabat Walikota Gorontalo tahun 2013 silam. Kiprah Weni tak diragukan lagi, ia malang melintang pada beberapa OPD strategis di daerah, bahkan saat ini dipercaya Gubernur sebagai asisten administrasi umum Setda Provinsi Gorontalo.
Weni juga sempat diwacanakan sebagai kandidat Bupati Gorut, hanya saja bernasib sama seperti Adrian.
Kendati stiker dan baliho sudah beredar namun mantan guru SMA Kwandang ini gagal menjadi kandidat Pilkada. Selain sejumlah nama tersebut, di Gorut justru santer jika calon kuat Plt Bupati Gorut adalah Haris Hadju.
Kepala Dinas Pangan Pemprov Gorontalo itu memang memenuhi syarat secara kepangkatan.
Soal pengalaman jangan ditanya lagi, mantan Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo ini kurang lebih sudah 23 kali menduduki jabatan eselon selama karirnya sebagai pegawai negeri sipil.
Terkait dengan sejumlah nama yang beredar itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum memutuskan siapa ASN Pemprov yang akan ia plot ke Gorut. Gubernur kepada Gorontalo Post beberapa waktu lalu mengatakan, masih akan membahasnya ditingkat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
“Kita persiapkan, masih akan dibahas lagi dengan Baperjakat,”ujar Rusli. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Ridwan Yasin, Kamis (18/1) kemarin, juga mengatakan jika Gubernur belum memutuskan siapa figur birokrat yang akan di tunjuk sebagai Plt Bupati Gorut.
Menurut Ridwan, semua harus melalui mekanisme, termasuk memperhatikan usulan Baperjakat. Sesuai ketentuan, Gubernur Rusli Habibie harus mengusulkan tiga nama ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk persetujuan penunjukan Plt Bupati Gorut.
Tiga nama tersebut akan dipilih satu nama oleh Mendagri dan ditetapkan sebagai Plt. Berbeda dengan di Kota Gorontalo, Gubernur Rusli Habibie tak harus menyiapkan Plt Walikota, sebab Wakil Walikota Budi Doku yang batal mencalonkan diri, dengan sendirinya akan menjabat Plt Walikota selama Walikota Gorontalo Marten Taha menjalani cuti kampanye Pilkada.
Sementara itu, calon bupati Gorut Indra Yasin yang juga petahana i dan Wakil Bupati Roni Imran mengaku akan segera mengajukan surat permohonan cuti kampanye ke Gubernur Gorontalo.
Indra Yasin sendiri direncanakan sudah akan memasukan surat tersebut ke Gubernur Gorontalo, Jumat (19/1) hari ini. Dalam suratnya, dirinya akan cuti sejak 15 Februari hingga 23 Juni. “Surat permohonan cuti kampanye ke gubernur segera kita sampaikan,†ujar Indra Yasin.
Sama dengan Roni Imran. Pihaknya berupaya agar surat permohonan cuti kampanye ke Gubernur Gorontalo secepatnya disampaikan. Rencananya surat tersebut akan dikirim, Senin (22/1). (tro/idm/hg)

