GORONTALO, Hargo.co.id  – Permintaan ayam broiler atau ayam potong khususnya di pasar rakyat Limboto diakui belakangan ini stagnan, bahkan cenderung menurun. Harga ayam potong pun rata-rata masih dibanderol mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 65 Ribu per ekor.
Dari pantauan Gorontalo Post, lesunya penjualan ayam potong ini disebabkan oleh adanya penurunan permintaan dari kalangan pelanggan rumah tangga. Pasalnya, harga ikan segar di pasar ini belakangan ini juga masih relatif lebih murah.
Uci Husain, salah satu pedagang ayam di pasar ini mengaku, biasanya saat permintaan normal dirinya bisa menjual 45 sampai 50 ekor ayam potong dalam sehari, kini hanya sekitar 20-an ekor saja, “Itu pun untung-untungan karena yang ba beli banyak ba pilih-pilih, mana yang baru saja dipotong (sembelih,red). Padahal, semua baru (disembelih),” katanya.
Warga Isimu Kecamatan Tibawa ini juga mengakui bahwa belum lama ini ayam potong baru saja dipanen dari pemilik kandang sehingga stoknya cukup banyak tersedia.
Hal senada juga diutarakan Erman, pedagang ayam lainnya. Menurutnya, penjualan ayam pedaging ini masih relatif normal, namun cenderung menurun, “Masih untung-untungan pak. Soalnya yang belanja banyak ba tawar (menawar harga,red),” katanya. Meski begitu, rata-rata pedagang ayam tidak menurunkan harga.(axl/hg)
