Adhan Lengser, Guntur Pimpin Hanura

×

Adhan Lengser, Guntur Pimpin Hanura

Share this article

Hargo.co.id, GORONTALO-GP – Islah yang dihasilkan dari pertemuan segitiga antara Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto, bersama dua kubu yang bertikai yaitu kubu Oesman Sapta Odang (OSO) dan Daryatmo, di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (23/1), rupanya belum menyurutkan gejolak di internal partai yang mengusung jargon hati nurani itu.

Pengakuan Wiranto terhadap Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum (Ketum) Hanura, mulai berefek. Usai pertemuan itu, OSO langsung melakukan revitalisasi kepengurusan partai dengan memecat para pengurus partai yang beberapa waktu lalu mengusulkan Munaslub untuk melengserkan dirinya dari Ketum Hanura. Termasuk kepengurusan DPD dan tiga DPC Gorontalo. Kepengurusan DPD Hanura Gorontalo yang dinahkodai Adhan Dambea diganti melalui proses musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Sementara tiga pimpinan DPC yang dianggap membangkang masing-masing DPC Kota Gorontalo, Boalemo dan Pohuwato dicopot dan diganti dengan menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Penyelenggaraan Musdalub Gorontalo berlangsung di hotel Manhattan Jakarta, Rabu (24/1) sore. Pemilihan Ketua DPD Hanura Gorontal itu, dihadiri langsung OSO dan sejumlah pengurus DPP seperti Beny Ramdhani. Musdalub Sore itu berujung aklamasi. Enam pengurus DPC, sepakat memilih Ketua DPC Hanura Kabupaten Gorontalo Guntur Thalib, menjadi Ketua DPD Hanura Gorontalo yang baru menggantikan Adhan Dambea. Durasi kepengurusan Guntur Thalib dari 2018-2022.

Saat menghubungi Gorontalo Posr, Guntur Thalib menjelaskan, Musdalub dilakukan untuk mengakhiri perpecahan di tubuh Hanura Gorontalo. Setelah Musdalub, tidak ada lagi kubu-kubuan. Menurut Guntur, pengurus Hanura yang bergabung dengan kubu mantan Sekjen Sarifudin Suding, telah dipecat dari kepengurusan partai. Yaitu pimpinan tiga DPC masing-masing Kota Gorontalo, Boalemo dan Pohuwato. Posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara untuk tiga DPC tersebut telah digantikan oleh Plt.

Guntur memastikan Musdalub telah mengikuti ketentuan dalam AD/ART. Bahwa harus diusulkan oleh minimal 2/3 DPC. Menurut Guntur, sebelum menyelenggarakan Musdalub, telah ada keputusan penunjukkan Plt untuk tiga DPC. Setelah itu, 6 DPC mengusulkan Musdalub.

“Hasilnya Musdalub aklamasi memilih saya sebagai Ketua DPD yang baru dan sepakat mendukung pemberian sanksi untuk tiga pimpinan DPC,” ujarnya.

Selain sanksi pemecatan dari kepengurusan, Guntur mengatakan, mantan Ketua DPC Kota Gorontalo Tien Mobiliu juga akan dikenai sanksi pemberhentian dari DPRD Kota Gorontalo. Karena dinilai melakukan pembangkangan terhadap perintah partai.

“Kebetulan untuk tiga DPC yang menentang hanya ketua DPC Hanura Kota yang duduk sebagai Aleg, sehingga hanya dirinya yang akan di PAW (pergantian antar waktu.red),” tegas Guntur.

Guntur mengatakan, perubahan kepengurusan partai ini tidak akan berpengaruh terhadap dukungan partai di Pilkada 2018. Baik untuk Pilwako Gorontalo maupun Pilkada Gorontalo Utara (Gorut).

“Hanura tetap mendukung sepenuhnya pada pasangan Adhan Dambea dan Hardi Hemeto sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota yang diusung oleh partai Hanura dan partai menginginkan pada pak Adhan untuk tetap fokus pada pertarungan memenangkan pilwako dan tak terganggu dengan masalah organisasi apalagi menghadapi verifikasi partai,” tandas Guntur. (wie/hargo)