Hargo.co.id, JAKARTA — Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso bakal memasuki masa pensiun Februari mendatang. Saat ini sudah berhembus dua nama yang akan menjadi panglima pemberantasan narkotika: Komjen Ari Dono Sukmanto dan Komjen Moechgiyarto. Komposisi jenderal bintang tiga akan berubah.
Sumber Jawa Pos di internal Polri menyebutkan, nama Komjen Ari yang saat ini menjabat Kabareskrim dan Komjen Moechgiyarto yang memimpin Baharkam sedang ditimbang-timbang untuk menggantikan Buwas -panggilan akrab Budi Waseso. Ari dipandang berkompeten karena selama ini memimpin Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirttipid Narkoba).
Berbagai kasus narkoba yang menonjol mampu untuk diselesaikan, seperti penyelundupan 1,2 juta pil ekstasi asal Tiongkok. Lalu ada juga penyelundupan 40 kg sabu dan 180 ribu pil ekstasi di Cirebon. Sebuah kapal kargo yang digunakan menyelundupkan disita.
Moechgiyarto juga memiliki deretan prestasi yang tidak kalah mentereng. Saat menjabat Kapolda Metro Jaya pada 2016, hanya dalam tiga pekan Polda Metro Jaya mampu untuk mengungkap 295 kasus narkotika. Jumlah barang bukti yang disita 44,6 kg sabu cair, 36,4 kg sabu kristal 750 butir happy five dan 118 ribu butir ekstasi.
Moechgiyarto juga tercatat pernah menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Jogjakarta. Saat ditemui Jawa Pos, Ari dan Moechgiyarto sedang berjalan bersama setelah shalat dzuhur di Masjid Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) kemarin (24/1). Saat disinggung soal nama keduanya yang sedang digodok menggantikan Buwas, keduanya langsung tertawa. Sesaat kemudian, keduanya saling menunjukkan.
â€Beliau yang akan menggantikan,†ujar Moechgiyarto.
Namun, Ari Dono justru sebaliknya.
â€Pak Moechgiyarto itu,†tuturnya sembari berjalan menuju ke Auditorium PTIK.
Saat ditanya siapa yang paling cocok menjadi penggantinya, Kepala BNN Komjen Buwas menuturkan bahwa personil Polri banyak yang berkualitas. â€Banyak yang bisa cocok,†tuturnya.
Namun, yang pasti ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi kepala BNN. Di antaranya, setidaknya lima tahun berdinas di reserse. Lalu, minimal dua tahun memimpin bidang narkoba.
â€Ada beberapa persyaratannya, usianya juga maksimal 56 tahun,†urainya mantan Kabareskrim tersebut.
Yang juga menarik dibahas adalah posisi Kabareskrim. Bila Ari Dono benar-benar mengisi posisi Kepala BNN, maka posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) akan kosong. Siapa pengisinya juga sudah mulai berhembus di Mabes Polri. Ada tiga nama yang paling menonjol untuk menjadi orang nomor satu lembaga Federal Bureau of Investigation-nya (FBI) Indonesia.
Tiga perwira tinggi (Pati) itu yakni, Irjen Arief Sulistyanto, Irjen Antam Novambar, dan Irjen Idham Aziz. Arief yang saat ini menjabat Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri itu dinilai mampu memberikan angin segar pada SDM. Berbagai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap panitia seleksi dan rekrutmen personil Polri dilakukan.
Saat menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Arief juga mampu menghentikan penyelundupan gula dari Malaysia ke Indonesia. Antam Novambar juga tidak kalah catatan keberhasilannya. Saat ini dia menjabat sebagai Wakabareskrim, berbagai kasus di Bareskrim seperti pengungkapan vaksin palsu dan monopoli cabe rawit merah tentu tidak lepas dari polesan tangani dingin Antam.
Idham Aziz juga tidak kalah mentereng, dia mantan Wakasatgas Densus, cikal bakal Densus 88 Anti Teror. Idham dipandang mampu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pelik. (jpg/hargo)
