Hargo.co.id, Gorontalo – Tahapan Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Gorontalo sudah mulai berjalan. Pihak kepolisian pun dituntut sigap dalam mengamankan jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini.
Tak tanggung-tanggung, meski tidak ada potensi gangguan keamanan, pemanganan Pilwako Kota Gorontalo pun membutuhkan sedikitnya 1.000 personel.
Pun sejalan dengan itu, puluhan personel Satuan Sabhara Polres Gorontalo Kota mulai fokus untuk melakukan latihan penanganan demonstrasi dan hal-hal lainnya yang mungkin saja terjadi pada tahapan Pilwako Kota Gorontalo ini.
Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK kepada Gorontalo Post menjelaskan, latihan ini tidak lain untuk mempersiapkan diri dalam hal pelaksanaan Pilwako Kota Gorontalo.
Dengan demikian, anggotanya sudah siap dan mengetahui apa yang perlu mereka lakukan. “Belum lama ini sudah dillakukan asistensi dari Mabes Polri. Nah, salah satu langkah dan upaya yang dilakukan adalah untuk memaksimalkan latihan dari para anggota kami,” ungkap Kapolres, kemarin, Rabu (31/1).
Alumnus Akpol 1996 ini juga menambahkan, pihaknya sejauh ini berupaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan Pilwako Kota Gorontalo nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Tak hanya itu saja, Polres Gorontalo Kota kini telah siap dengan 250 orang personel. Meski demikian, diakui Kapolres bahwa masih ada kekurangan sekitar 750 personel lagi. “Kami akan mengkoordinasikan kekurangan personil ini dengan pihak Polda Gorontalo, karena kami membutuhkan personil hingga 1.000 orang,†terangnya.
Ditambahkan pula, latihan demi latihan termasuk persiapan informasi dari Satuan Intelkam sangat dibutuhkan dalam mengamankan jalannya Pilwako. “Kami pun berharap agar kiranya masyarakat bisa membantu menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilwako hingga setelah selesai Pilwako,” harapnya.(kif/hg)
