Bersabar Ala Anak Rantau

×

Bersabar Ala Anak Rantau

Share this article

Hargo.co.id, ZETIZEN - Berlarut-larut dalam kesedihan itu tak ada manfatnya, benar tidak? Suka maupun duka sering menghampiri anak rantau kadang karena sedih, rindu dan kepikiran dengan keluarga yang jauh di kampung halaman, orang tua atau bahkan rindu dengan kekasih. Apalagi saat mengingat masakan orang tua atau karena belum pernah pulang kampung sampai berganti tahun, pastinya buat para anak rantau semakin bersedih.

Eits, tapi zetizen perjuangan hidup anak rantau itu sangat inspiratif untuk membangkitkan semangat. Selain dihadapkan dengan kerinduan yang sangat amat pada keluaraga, anak rantau juga harus melewati dan menghadapi rintangan yang berliku. Pernah dengar ‘Pantang Pulang Sebelum Sukses’ Yup, kata-kata ini kadang jadi tombak penyemangat para anak rantau untuk bisa menyelesaikan kuliah atau sekolah di tanah perantauan hingga benari-benar jadi orang yang terbilang sukses, keren kan.

Seperti apa tanggapan zetizen tentang suka duka menjadi anak rantau? Yuk simak. (hargo/ZT-07)

Vidia Sulistiyaningrum
Ilmu Komunikasi, UNG

For Better Future

Cara untuk tetap bersabar dan bertahan selama di perantauan adalah selalu ingat apa tujuan kita merantau. Kalau tujuan aku sih ‘Kuliah for better future’ dan aku selalu mencoba untuk ingat usaha orangtua dirumah yang berusaha untuk mengorbankan segala hal seperti materi dan kepercayaan untuk anaknya di perantauan. Dua hal itu yang alhamdulilah membuat aku masih bertahan sebagai anak rantau sampai sekarang. (ZT-08)

Aulia Nurul Ad’haria
Bahasa Inggris, Universitas Negeri Makassar

Kepercayaan Keluarga

Niat dan harapan baik diri sendiri dan orang-orang tersayang seperti keluarga, menjadi alasan terkuat aku untuk tetap bertahan di tanah rantau. Karena mereka sudah mempercayakan aku untuk sebuah kesuksesan di masa depan, maka ketika aku kembali dari tanah rantau aku harus bisa memenuhi harapan dan keinginan tersebut. (ZT-10)

Majid Husain,
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Surabaya

Karena Orang Tua

Orang tua yg selalu meyakinkan bahwa hidup di perantauan itu memang tidak selamanya nikmat, jika ingin nikmat silahkan tinggal di hotel. Orang tua yang memberikan motivasi dan menguatkan hati ini untuk tetap bertahan dan bersabar. Semua ada hikmahnya dan niatkan untuk perubahan dan kesuksesan di masa depan. (ZT-11)

Exhalin Putri Fanda Hilala
Akuntansi, SMK Negeri 4 Gorontalo

Fokus Pada Tujuan

“Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pencapaian”, itu lah salah satu dorongan buat aku pribadi untuk bertahan di perantauan. Tetap jalin komunikasi dengan orangtua, fokus pada tujuan, agar saat kembali semua keinginan dan kerja keras sudah terbayar lunas. (ZT-10)