GORONTALO, Hargo.co.id – Salah satu perusahaan jasa keuangan non bank, yang berkedudukan di Jalan Agus Salim, Kelurahan Wumialo, Kota Tengah, Kota Gorontalo, diadukan oleh nasabahnya sendiri kepada pihak yang berwajib. Si nasabah, Joseph Mokolengsang (41), menyayangkan lembaga finance tersebut mengambil mobil miliknya dengan cara-cara preman.
Informasi yang diterima Gorontalo Post, Joseph Mokolengsang mengambil mobil Mitsubishi TS dengan cara kredit melalui perusahaan pembiayaan Nasional cabang Gorontalo.
Namun, karena masalah tunggapan angsuran, mobil tersebut akhirnya ditarik. Dan yang diadukan oleh Joseph kepada polisi adalah penarikan mobil tersebut menggunakan cara-cara preman, bahkan dengan mengancam menggunakan barang tajam.
“Saat itu saya sedang naik mobil dengan istri saya di Desa Iluta Kecamatan Batudaa. Saya ditarik keluar dan diseret. Mereka pakai preman, ada yang bertato, gondrong, semuanya berpenampilan preman dan memegang lilang (parang,red) dan balok,” kata Joseph, warga Desa Mongolato, Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.
Joseph mengaku, sebelumnya dirinya sebagai nasabah punya masalah tunggakan selama empat bulan.
Namun, tunggakan tersebut, menurutnya, bukan karena kelalaian dirinya saja, melainkan keterlambatan itu karena pihak finance menolak angsuran beberapa bulan sebelumnya, “Saat membayar angsuran untuk 2 bulan, kata pihak BFI sudah 3 bulan (tunggakannya,red). Jadi saya kumpulkan uang dulu untuk pembayarannya,” kata Joseph.
Dan Sabtu, (5/2) sekitar pukul 15.00 Wita, Joseph mengaku sudah akan membayar tunggakannya selama empat bulan dengan membawa uang tunai Rp 10 Juta, sekaligus mengantar pesanan jagung hasil panen miliknya.
Namun tiba-tiba di jalan Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, mobil yang dikendarai Joseph bersama sang istri, dihadang oleh puluhan orang tak dikenal yang berpenampilan preman.
Dengan memegang barang tajam, para oknum preman ini pun menyeret dirinya menjauhi mobil dan membawanya tanpa kata. “Saya datang ke kantor BFI mau chek uang saya (Rp 10 Juta,red) tapi sudah tidak ada,” sesal Joseph. Setelah ditanyakan perihal uang tersebut kepada pihak finance, Joseph tidak mendapatkan jawaban memuaskan.
Wartawan Gorontalo Post pun mencoba mengkonfirmasi keluhan Joseph tersebut dengan mendatangi kantornya di jalan Agus Salim, Kota Gorontalo, sang pimpinan lembaga finance, Steven, masih enggan menanggapinya.(tr-58/hg)
