Opss… Danau Limboto Kering, Begini Kondisi Para Nelayan

×

Opss… Danau Limboto Kering, Begini Kondisi Para Nelayan

Share this article
Kondisi danau yang semakin surut membuat nelayan di Danau Limboto banyak yang sandar dayung. Kemarin, (1/4), perahu nelayan seharian banyak yang terparkir. (FOTO : Fahrun/GP)

Hargo.co.id LIMBOTO – Kondisi danau Limboto yang semakin surut akibat musim kemarau sangat berimbas pada hasil tangkapan nelayan. Sebagian wilayah pinggiran danau yang biasanya menjadi tempat kawanan ikan kini telah mengering.

Akibatnya, tak sedikit nelayan yang beraktivitas di Danau Limboto harus bersandar dayung.

“Parahu banyak tapakarkir (Terparkir) lantaran akhir-akhir tangkapan nelayan entah kenapa sangat sedikit. Air juga surut jauh,” kata Yani, salah satu nelayan asal Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kemarin, (1/4).

Menurut pria yang sudah 30 tahun menjadi nelayan Danau Limboto itu hasil tangkapan di musim kemarau ini sudah yang paling memiriskan. Bila biasanya sebelum musim kemarau, (hingga awal 2015,red) yang diperoleh bisa mencapai Rp 50 Ribu. Kali ini paling maksimal dapat Rp 20 ribu.

Apalagi kata Yani areal danau tempatnya memancing hanya di wilayah pinggiran. Sebab, wilayah tengah sudah banyak menjadi tambak jaring nelayan lainnya.

Ia takut untuk memancing di wilayah tersebut karena khawatir bersitegang dengan pemilik-pemilik tambak jaring itu.

“Saya hanya memancing di wilayah pinggiran. Tapi saat musim kering ini, air semakin surut, wilayah saya untuk memancing juga semakin sempit. Akibanya ikan hasil tangkapan pun minim,” tutur pria empat orang anak itu.

Setiap hari Yani, berangkat memancing di Danau Limboto. Ia berangkat dari rumahnya sejak pukul 07.00 wita. Menjadi nelayan, Yani pun beruntung mendapat support dari Rusniyati, sang istri yang selalu setia mendampinginya.

Setelah turun pagi waktunya di Danau selama 4 Jam, lalu kembali balik untuk mengantarkan ikan ke rumah. Setelah sedikit bantu-bantu dengan istri untuk memasak dan mempersiapkan dagangan makanan, ia pun kembali berlabuh dan balik lagi menjelang Magirib.

“Setiap hari saya begini. Kalau kawan-kawan yang lain mungkin menunggu air kembali pasang, baru kembali turun memancing” ujarnya. (tr-48/hargo)