Nyaris Tawuran, Polisi Amankan 11 Pranggang, Sita Badik hingga Panah Wayer 

×

Nyaris Tawuran, Polisi Amankan 11 Pranggang, Sita Badik hingga Panah Wayer 

Share this article
POLSEK Telaga mengamankan 11 orang pemuda yang nyaris bentrok, Minggu (1/4).

GORONTALO, Hargo.co.id  – Terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Bunggalo dan Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, kemarin, Ahad (1/4) sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Teridentifikasi, keributan pemuda ini berasal dari Desa Luhu, Desa Hulawa dan Desa Bunggalo. Usut punya usut, keributan dipicu akibat sekelompok pemuda sudah teler. Bukan karena minuman keras (miras), tapi akibat lem EHA-Bond.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, keributan itu terjadi karena masalah ketersinggungan antara pemuda. Saat itu mereka berpapasan di wilayah perbatasan Desa Bunggalo dan Desa Bulila. Bahkan, ada beberapa pemuda yang sudah saling mengancam dan kejar mengejar menggunakan senjata tajam. Akibat keributan itu, warga sekitar pun menjadi resah terjaga agar jangan sampai terjadi keributan susulan hingga berbuntut tawuran.

Polisi yang mendapatkan informasi dari warga sekitar langsung mendatangi lokasi. Mereka pun sempat lari kocar-kacir. Namun, sedikitnya ada 11 pemuda diamankan Polsek Telaga. Ternyata para pemuda ini sebagian besar masih di bawah umur.

Mereka masing-masing IB alias Him (15), IN alias Ibra (15), TD alias Fik (15), MR alias Fli (14), RR alias Naldi (16) dan MF alias Jri (15) yang berasal dari Desa Luhu. Selain itu ada juga WM alias Yu (16) warga Desa Pantungo, AA alias Vian (14) warga Desa Hulawa, DH alias Vid (14) warga Desa Hulawa, RW alias Dan (16) warga Desa Bunggalo dan DK alias Mas (17) warga Desa Bunggalo.

“Dari 11 orang remaja ini, satu orang yang sudah kita tahan adalah MF alias Jri (15) karena yang bersangkutan kedapatan membawa sajam (senjata tajam). Sedangkan yang lainnya sudah diberikan pembinaan,” kata Kapolsek Telaga, Iptu Ondang Zakaria saat ditemui di kantornya, kemarin.

Ondang mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab keributan tersebut, namun diduga akibat karena salah paham atau ketersinggungan. “Yang kita amankan ada sebilah badik dengan panjang sekitar 25 cm, satu buah panah wayer dan empat kaleng bekas lem fox,” katanya. Ondang pun mengatakan akan meningkatkan patroli di wilayahnya. “Patroli kita terus giatkan, apalagi saat malam minggu. Dan karena peristiwa ini, kita akan tingkatkan. Jangan sampai ada keributan susulan, insya Allah tidak akan,” pungkasnya.(kif/hg)