Ketua DPP PSI Kritik Putin, Media Rusia Ngamuk!

×

Ketua DPP PSI Kritik Putin, Media Rusia Ngamuk!

Share this article
Politikus Indonesia mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin (Pathway to Ascension)

Hargo.co.id – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas kembali membuat kontroversi. Hal itu terjadi karena ada salah satu akun Twitter mengunggah video Tsamara Amany yang mengungkapkan tentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam video berdurasi 44 detik ini, Tsamara menjelaskan tentang segala bentuk keburukan yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga negara Rusia.

“Putin bukan contoh pemimpin yang baik. Ia membungkam oposisi dan pers di Rusia sana. Di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia‎. Bahkan di sana praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja. Kalau kita lihat dari indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh dari di atas Rusia,” kata Tsamara di video tersebut.

Rusia disebut negara yang banyak korupsinya

Rusia disebut negara yang banyak korupsinya (RFE)

 “Nah, kalau sudah tahu begitu, yakin orang seperti itu Putin mau dijadikan standar kepemimpinan? Kalau saya tidak, mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia. Kalau kamu?‎,” tambah Tsamara.

Langsung saja pernyataan dari Tsamara dikeluhkan oleh media Rusia yakni, Russia Beyond the Headlines (RBTH). Lewat akun Twitter @RBTHIndonesia.

“Kami lihat, Anda punya karier yang sedang naik. Karena itu, kami harap Anda bisa lebih bijaksana ke depannya ketika mengkomentari negara lain, apalagi jika pengetahuan Anda tentang negara itu sangat minim. Jika kebetulan tentang Rusia silahkan cari tahu banyak hal dari kami,” cuit @RBTHIndonesia menanggapi video Tsamara.

RBTH Indonesia juga menolak tegas, negaranya Rusia pro terhadap korupsi. Terlebih membiarkan praktik yang merugikan negara itu berkembang luas di Rusia.

“Tahukah Anda bahwa di Rusia pernah terjadi penangkapan pejabat secara massal sepanjang sejarah pasca-Soviet. Rusia pernah menghukum 8.800 pegawai negeri Rusia karena kasus korupsi (dalam tempo satu tahun). Banyak? ya, tentu. Tapi bukan berarti kami membiarkan sama sekali,” katanya.

“Di Rusia memang ada korupsi dan ya besar. Itu betul. Peringkat kami di bawah Indonesia, itu juga betul. Namun bukan berarti kami tidak melawan korupsi dan membiarkan begitu saja seperti yang Anda katakan. Ini bukan pernyataan yang main-main,” tambahnya.

Oleh sebab itu‎, RBTH Indonesia menganggap wawasan Tsamara sangatlah dangkal. Dia sudah gagal paham mengenai Presiden Putin. Karena Tsamara hanya mengerti saja sebagian tentang Rusia.

“Kami tidak membela siapapun termasuk Fadli Zon, atau bahkan Presiden Putin. Namun pernyataan Anda tentang negara kami, bahwa di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia, ini menunjungan kedangkalan wawasan,” ungkapnya.

RBTH Indonesia‎ menyarankan supaya Tsamara banyak melakukan riset dan mencari tahu tentang Rusia dan juga Presiden Putin. Kalau perlu Tsamara berdiskusi dengan kedutaan Rusia di Jakarta.

“Kami pikir, Anda perlu lebih banyak riset soal negara kami. Kami tidak ikut campur denhan politik Indonesia. Kalau ada politikus Indonesia yang mengidolakan pemimpin kami, kami bisa apa? Anda juga berdiskusi dengan @RusEmbJakarta untuk lebih tahu lebih banyak tentang negara kami,” ujarnya.

(gwn/JPC/hg)