GORONTALO Hargo.co.id – Buruknya sistem drainase di Kota Gorontalo perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Gorontalo. Bagaimana tidak, diguyur hujan selama dua jam saja dengan intensitas cukup tinggi, hampir seluruh jalan utama di Kota Gorontalo direndam air hingga setinggi lutut orang dewasa. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena sangat berpotensi terjadinnya banjir di pusat ibu kota Provinsi Gorontalo.
Pantauan Gorontalo Post, Sabtu (14/4). Hampir seluruh wilayah Kota Gorontalo diguyur hujan yang cukup lebat. Seperti yang dibayangkan banyak orang, jalanan di Kota Gorontalo kembali direndam genangan. Bahkan kali ini dengan ketinggian air yang cukup tinggi. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.
Ironinya, air hujan bukan hanya merendam satu atau dua jalur jalan saja, tapi hampir semua jalan yang ada di Kota Gorontalo. Fakta ini tentu sangat ironis, mengingat aktivitas warga di pusat ibukota Provinsi Gorontalo ini, terbilang tinggi. Tak hanya merendam badan jalan, sejumlah rumah di Kota Gorontalo juga direndam air hujan.
Hal ini seperti yang dikeluhkan oleh Melki Gani, salah seorang warga di Kelurahan Limba Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Pria dua anak itu mengaku, hujan intensitas tinggi membuat rumah miliknya dimasuki air. Ketinggian air bahkan mencapai 20 centimeter, atau setinggi betis orang dewasa.
Bahkan, menurut Melki, banjir saat hujan bukan hanya sekali atau dua kali terjadi, tapi setiap kali hujan deras, rumahnya akan dimasuki air. “Kita ini pusat ibu kota, tapi ko’ masih banjir, apalagi hanya karena hujan, berarti sistem drainase Kota Gorontalo ini perlu perbaikan,” tegasnya.
Olehnya Melki mendesak Pemeirntah Kota Gorontlao untuk segera mencarikan solusi tentang genangan di Kota Gorontalo ini. “Bayangkan saja, Kota lain sudah memikirkan soal peningkatan sarana dan prasarana yang modern, tapi kita masih disibukkan dengan genangan air hujan seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, terpisah Rival Rahman, Dosen Perencanaan wilayah Universitas Negeri Gorontalo saat dimintai tanggapannya terkait genangan di Kota Gorontalo, mengatakan, sejauh ini permasalahan banjir atau genangan di Kota Gorontalo disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat.
Tak hanya soal drainase, Lulusan Magister perencanaan wilayah Institut Pertanian Bogor ini juga mengatakan, genangan ataupun banjir perlu solusi lain selain perbaikan drainase, yakni dengan membuat waduk ataupun tempat penampungan sementara air yang ada di Kota Gorontalo, sebelum kemudian dibuang ke sungai atau laut.
“Kota Gorontalo adalah salah satu daerah hilir di Kota Gorontalo yang kemudian menampung air dari wilayah Kabupaten Gorontalo ataupun Bone Bolango, sehingganya perlu ada waduk penampungan yang bisa menampung air sebelum dibuang ke sungai,” tandasnya. (yds/hg)
