Piala Dunia 2018: VAR Bongkar Kecurangan Neymar

×

Piala Dunia 2018: VAR Bongkar Kecurangan Neymar

Share this article
Aksi Neymar yang pura-pura jatuh ketika Brasil melawan Kosta Rika terbongkar oleh teknologi VAR. (Foto BolaTimes.com)

Hargo.co.id, MOSKOW – Teknologi video assistant referee (VAR) membuat kecurangan bintang Brasil Neymar terbongkar pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2018. Neymar terlihat jatuh saat Brasil meladeni Kosta Rika di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6) malam WIB. Kejadian berawal saat Neymar sedang menguasai bola di area pertahanan Kosta Rika.

Saat dihadang Geancarlo Gonzalez, Neymar terjatuh karena sekilas dirinya ditarik oleh lawan. Wasit Bjorn Kuipers asal Belanda kemudian menjatuhkan hukuman penalti untuk Kosta Rika pada menit ke-79. Namun, keputusan itu mendapat protes keras sehingga Kuipers memutuskan untuk menggunakan teknologi VAR.

Dalam tayangan ulang, tangan Gonzalez memang mengenai tubuh Neymar. Akan tetapi, dia tidak sedikit pun menarik kaus megabintang Brasil tersebut. Neymar hanya pura-pura jatuh agar Brasil dapat hadiah tendangan penalti. Keputusan akhirnya diubah oleh wasit. Kosta Rika selamat dari ancaman kebobolan.

Teknologi VAR juga dinilai berhasil menyelamatkan citra wasit asal Uni Emirat Arab Mohammed Abdullah Hassan di Piala Dunia 2018. Performa Hassan yang cukup baik sepanjang laga antara Prancis versus Peru, Kamis (21/6), nyaris tercoreng ketika dirinya salah memberikan kartu kuning pada menit ke-80.

Saat itu ada pemain Peru yang melanggar gelandang Prancis Nabil Fekir. Dalam tayangan ulang terlihat Pedro Aquino yang melanggar Fekir. Namun, Hassan justru melayangkan kartu kuning kepada Edison Flores. Flores pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keputusan Hassan.

Petugas VAR Daniele Orsato yang duduk di depan sejumlah layar televisi di sebuah ruangan khusus lantas menghubungi Hassan melalui alat komunikasi. Setelah itu Hassan meralat keputusannya dan melayangkan kartu kuning kepada Aquino. Tampak di layar televisi keterangan pembatalan kartu kuning Flores dengan sebuah kode VAR di sudut kotak informasi. (jpc/jpnn/hg)