Hargo.co.id – Inovasi baru kembali hadir dalam gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Salah satunya penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Sesuai namanya, teknologi tersebut menjadi asisten wasit dalam mengawasi jalannya pertadingan lewat rekaman video.
Pertandingan babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2018 antara Brasil vs Kosta Rika, Jumat (22/6) tersisa 10 menit lagi. Skor saat itu masih imbang. Di waktu yang kian sempit itu, penyerang Brasil Neymar menggiring bola ke dalam kotak penalti sebelum menarik bola ke arah berlawanan untuk melepaskan tembakan. Saat berbalik, pemain Kosta Rika Giancarlo Gonzalez sempat menempatkan tangannya di badan Neymar dan bintang milik Paris Saint-Germain itu terjatuh.
Wasit asal Belanda Bjorn Kuipers awalnya memberikan penalti atas kejadian itu, tetapi ia lantas memutuskan memeriksa tayangan ulang di sebuah layar monitor di tengah luar lapangan. Setelah meninjau insiden dari layar di tepi lapangan, ia membatalkan keputusannya, memberikan pelanggaran karena Neymar diving meski tidak mengeluarkan kartu kuning.
Begitulah sekelumit cara kerja Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2018. Rekaman video yang membantu wasit untuk menentukan keputusan terhadap pelanggaran.
Teknologi VAR mulai diterapkan FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) pada Piala Dunia 2018. Teknologi ini digunakan membantu wasit menganalisis sebuah pelanggaran di lapangan. Sebab, kejadian pelanggaran seringkali terjadi begitu cepat.
Dikutip dari laman FIFA, teknologi VAR digunakan untuk empat kejadian. Saat terjadi gol (sah tidaknya gol), keputusan penalti ataupun sebaliknya, keputusan mengeluarkan kartu merah, dan mengindetifikasi siapa pemain yang hendak dijatuhkan sanksi.
Selain empat kasus tersebut, VAR juga dapat dimanfaatkan untuk penentuan offside. Hal itu didasarkan pada kamera 3 dimensi (3D) yang digunakan mengawasi garis offside secara virtual.
Untuk penerapan VAR, FIFA menyiapkan 13 wasit sebagai asisten VAR. Para wasit itu diseleksi berdasarkan pengalaman sebagai asisten VAR di kompetisi FIFA. Para wasit itu dibagi dalam tim yang terdiri asisten wasit video (VAR) dan tiga asisten asisten video asistennya (AVAR1, AVAR2, dan AVAR3). Semua asisten wasit video dan anggota tim adalah pejabat pertandingan FIFA.
Ketika terjadi satu dari empat peristiwa diatas terjadi, wasit akan memberitahu tim asisten wasit VAR. Bisa juga tim VAR yang akan merekomendasikan wasit bahwa ada insiden yang harus ditinjau ulang.
Tim asisten wasit VAR akan memberitahu wasit lewat headset soal apa yang tampak dari rekaman video. Wasit bisa menerima begitu saja penjelasan dari tim VAR atau memutuskan untuk melihat sendiri video-video tersebut di pinggir lapangan sebelum mengambil keputusan.
Untuk Piala Dunia 2018 di Rusia, asisten wasit bekerja di Video Operation Room (VOR) di International Broadcast Center (IBC), Moskow. Tim ini terdiri dari satu orang VAR dengan tiga asisten VAR.
Selain itu ada juga empat Reply Operator yang akan menyediakan gambar video terbaik sebagai bahan tinjauan. Mereka mengawasi 33 kamera yang ditempatkan di tiap lapangan yang digunakan untuk pertandingan.
Dari 33 kamera, 12 kamera merupakan kamera yang bisa menayangkan gerakan lambat super. Sementara empat kamera lainnya bisa menampilkan gerakan ultra lambat.
Dua kamera ultra lambat ditempatkan di belakang tiap gawang.
Sementara dua lainnya ditempatkan di area offside. Sedangkan kamera biasa lainnya digunakan untuk penilaian subjektif, misal apakah bola menyentuh tangan atau tidak.
Tim VAR punya akses ke seluruh kamera di lapangan, termasuk kamera-kamera yang dipasang oleh Media Right Licensees.
Ini adalah kamera yang dipasang oleh tim yang didukung oleh MRL tersebut dan bukan jadi bagian dari kamera media televisi. (FIFA/CNN/BCC/san/hg)
