Hargo.co.id, GORONTALO – Sukses dua atlet sepaktakraw pelajar Gorontalo, Wahyu dan Raden Lateka dengan dua medali perunggu dan satu medali perak kembali membuktikan suksesnya pembinaan prestasi sepaktakraw Gorontalo.
Keberhasilan dua atlet Gorontalo tersebut langsung mendapat apresiasi dari sekum pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Gorontalo, Mud Mada dan sang pelatih Herson Taha.
“Ini sebuah kebanggaan bagi Gorontalo yang harus terus kita lanjutkan. Sehingganya pembinaan atlet usia pelajar harus digenjot bukan hanya di lingkup Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), tapi juga hingga ke kabupaten kota se Provinsi Gorontalo,” kata Mud Mada. Hal senada juga disampaikan Herson Taha, pelatih sepaktakraw PPLP Gorontalo.
“Pondasi sebuah prestasi adalah latihan yang rutin, disiplin serta sungguh-sungguh.Jika ketiganya dilakukan, maka sudah pasti prestasi akan mudah diraih,” ujar Herson Taha.

dua medali perunggu dan satu perak bagi Indonesia diajang ASG 2018.
Sementara terpisah Wahyu yang dimintai komentar dan tanggapan atas prestasi yang telah diraih pada ajang Asean School Games (ASG) 2018 di Malaysia menjelaskan.
“berhasil mempersembahkan dua medali perunggu dan satu medali perunggu adalah sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami.
Meski sebenarnya harapan untuk bisa meraih emas harus kandas setelah tumbang dengan tuan rumah. Namun kami bertekad kedepan bisa dipercaya lagi dan mampu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia,” jelas Wahyu dan Raden Lateka. (ysn/hg)
