Hargo.co.id GORONTALO – Pembangunan Pasar Tradisional Kelurahan Kayu Bulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mendapat sorotan warga pasalnya sudah 4 Bulan terakhir pembangunan pasar ini terbengkalai.
Warga setempat, khususnya para pedagang mempertanyakan kelanjutan pembangunan pasar ini, yang  Hingga kini belum ada tanda-tanda akan diteruskannya pekerjaan tersebut.
Salah satu pedagang, Karmat (41) mengatakan, sampai saat ini para pedagang di Pasar Traditional Limboto ini dilanda ketidak pastian.
Pasalnya, pemerintah berjanji akan menjadikan pasar ini dengan fasilitas yang baik untuk berjualan. Namun nyatanya, pekerjaan sudah terhenti lama.
“Atapnya yang masih sebagian belum tuntas. Akibatnya kita kepanasan kalau berjulan,. jika hujan lebat pasti basah kuyub,” keluh Rahmat.
Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Diskoperindag Kabupaten Gorontalo Ridwan Mahmud mengatakan, terhentinya pekerjaan pembangunan pasar Limboto lantaran terjadi putus kontrak dengan Kontraktor PT Delima Agung Utama selaku perusahaan pelaksana pekerjaan.
Perusahaan mengaku tidak mampu lagi melanjutkan pekerjaan dan memberikan jaminan akan menuntaskan pekerjaan sampai akhir tahun 2015 lalu.
“Anggaran pasar itu seluruhnya Rp 6 miliar. Yang terpakai untuk pembangunan hingga progres 45 persen ini baru sekitar Rp 2 miliar. Jadi masih 4 miliar lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Rahmat, anggaran sisa 4 miliar itu akan digunakan untuk alokasi dana kelanjutan pembangunan Pasar. Pihaknya kata Rahmat akan segera mengajukan kepihak kementrian untuk kelanjutannya pasar tersebut.
“Kita menawarkan kepihak lain agar bisa melanjutkan lagi pembangunan Pasar Traditional itu. Mudah – Muadahan akhir tahun 2016 ini bisa dilanjutkan lagi pembangunannya,” ujarnya. (tr-54/hargo)
