Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah wilayah Provinsi Gorontalo mulai diintai banjir. Di Kabupaten Gorontalo tepatnya di Kecamatan Limboto ,Limboto Barat, sebanyak 80 rumah di tiga desa, terendam banjir, Sabtu (30/4).
Tiga desa yang terendam air setelah hujan deras selama empat jam sejak pukul 13.00 Wita itu yakni Desa Haya-Haya, Desa Padengo dan Desa Yosenegoro.
Hal itu disebabkan tidak adanya, saluran air yang ada di lokasi tersebut untuk menampung air dari gunung. Melihat kondisi tersebut, warga terpaksa harus memindahkan benda-benda yang tak bisa terkena air dan khawatir akan terbawa arus.
Yusuf Usman, Warga Desa Padengao, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, dirinya saat itu sedang berada dalam rumah dan tak mengira air tersebut bisa masuk ke dalam rumah.
“Saya so takage pas dorang bilang air so maso di rumah,”ungkap Yusuf. Paska hujan, kurang lebih satu jam kemudian air yang berada di dalam rumah warga akhirnya kembali surut.
Namun dampaknya membuat kerepotan bagi para warga karena sisa lumpur yang terbawa arus tersebut tertigal di lantai rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gorontalo, mendatangi rumah warga yang terendam air dengan di bantu satu unit mobil pemadam kebakaran, petugas melakukan pembersihan di beberapa rumah yang terendam air.
Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Rahmad Doni Lahati mengatakan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung menggerakan pasukanya untuk mendatangi lokasi tersebut.
Sekitar Pukul 17.30 Wita dengan dibantu oleh warga sekitar, petugas melakukan pembersihan di lokasi dalam rumah warga. Sementara itu pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa super Mie, Ikan kaleng, Susu bayi, Makanan Tambahan Gizi, tikar, Paket Kits, Ware untuk bayidan balita, kepada 8 kepala keluarga yang ada di desa Haya-haya, 10 kepala keluarga yang ada di Desa Padengo, dan 8 kepala keluarga yang ada di Desa Yosenegoro.
Di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) termasuk wilayah rawan banjir. Salah satunya di Jalan Sawah Besar, Desa Toto Selatan. Kondisi ini diperparah lagi dengan banyaknya drainase yang penuh sampah.
Dengan musim hujan saat ini, wilayah Tilongkabila khususnya di Desa Toto Selatan diintai banjir. Sementara menurut keterangan sejumlah warga mereka terpaksa membuang sampah sembarangan karena tak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dibangun pemerintah di wilayah tersebut.
Pantauan Gorontalo Post, Minggu, (1/5), saluran drainase di Toto Selatan sudah tersumbat total. Pasalnya, sampah masyarakat sudah menumpuk.
Mulai dari jenis sampah rumah tangga, kayu, botol-botol bekas, sampai sisa-sa kardus dan dedaunan.
Cecep (34) warga setempat menuturkan, drainase sebagai saluran air di desa tersebut sudah dipenuhi sampah bahkan rumput lebat yang menutupi drainase.
Tertumpuknya sampah di saluran drainase itu selain karena sengaja dibuang oleh warga setempat maupun warga lainya. Selain itu pula selama ini petugas kebersihan yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bonbol, yang tidak pernah mengangkut sampah yang terbuang di saluran itu.
Imran Pakaya warga sekitar mengatakan, buruknya sistem drainase di Desa Toto Selatan baru terlihat pada saat musim hujan. Pada musim hujan akan terjadi banjir di mana-mana.
Hal ini menunjukkan ada ketidakberesan dalam sistem drainase.
Karena itu, Imran meminta pemerintah daerah dalam pembuatan tata ruang dinas terkait memperhatikan secara serius sistem drainase dan ruang terbuka hijau untuk daerah.
“Saya harap pemerintah daerah harus mulai membenahi sistem drainase yang ada di Bonbol, sebelum kondisinya menjadi lebih buruk seiring bertambahnya jumlah penduduk daerah ini,” katanya. (tr-48/tr-42)
