Hargo.co.id – SETIAP pekerjaan punya tantangannya masing – masing. Apalagi bagi tenaga perawat seperti Indri Bawolye yang harus pulang pergi dari Boalemo – Kota Gorontalo. Di tengah kesibukannya sebagai tenaga perawat di Rumah Sakit Tani Nelayan (RSTN) Kabupaten Boalemo.
Indri -sapaan akrabnya- mengakui harus balik ke Kota Gorontalo setiap minggunya, karena saat ini dia kerja sambil kuliah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil program studi ners.
Kesibukan yang cukup padat tentu membuat Indri harus pandai mengatur waktu dan juga kesehatan. “Tantangannya sih itu gak ada waktu buat istirahat. Jadi harus bisa selalu sehat supaya bisa menjalani kedua tanggung jawab sekaligus, ” ujar dara kelahiran 13 Oktober 1994 ini.
Perempuan yang mulai bekerja di RSTN sejak tahun 2015 ini menuturkan menjadi tenaga keperawatan hal yang paling utama adalah kepuasan pasien.
“Karena kalau pasien datang dengan sakitnya, terus kita rawat dengan baik-baik hingga pulang dari Rumah Sakit dan pasien itu berterima kasih pada perawat, ini menjadi kepuasan bagi kami, ” jelas lulusan keperawatan Politeknik Kesehatan Poltekkes Gorontalo.
Perempuan yang menangani pasien bagian VIP ini menceritakan, pengalaman berharganya saat menolong penderita strok.
“Jadi pernah kejadian di kampung saya di Dengilo. Ada yang kena stroke tiba-tiba di Gereja. Saya pun mencoba membantu dengan memberi pertolongan pertama pada pasien tersebut. Alhasil apa yang saya lakukan ini mendapat ucapan terimakasih yang membuat saya terharu,” ujar perempuan yang menggemari olahraga Volly ball ini.
Menurutnya kepuasan pasien menjadi sesuatu yang berharga bagi tenaga perawat. Karena itulah perempuan dua bersaudara dari pasangan Jusuf Bawolye dan Jullien Manhampi berharap nantinya semakin banyak perawat yang bekerja dengan tulus.
“Dengan melayani setulus hati, nantinya itu yang akan menjadi berkat buat kita.” pungkasnya . (gp/hg)
