Hargo.co.id – Provinsi Gorontalo menempati lima besar daerah teraman di Indonesia. Namun hal itu bukan berarti wilayah ini bebas dari gangguan aksi terorisme.
Justru sebaliknya, situasi dan kondisi Gorontalo yang aman tersebut menjadi rawan disusupi jaringan terorisme.
Apalagi wilayah Gorontalo berbatasan langsung dengan daerah yang menjadi tempat persembunyian jaringan terorisme.
Terkait kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap masuknya jaringan teroris tidak hanya menjadi tugas jajaran terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) ataupun TNI Polri saja.
Melainkan seluruh stake holder masyarakat, termasuk media massa memiliki peran penting dalam mewaspadai masuk dan berkembangnya jaringan terorisme. Sebab, terorisme merupakan musuh bersama.
Demikian catatan penting yang mengemuka dalam kunjungan rombongan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo ke Graha Pena Gorontalo, Kamis (19/5).
Rombongan dipimpin Ketua FKPT Provinsi Gorontalo Drs.Abdullah Hayati bersama Sekretaris FPKT Provinsi Gorontalo Drs.Adrian Lahay, Bendahara FKPT Provinsi Gorontalo Dr.Lilan Dama serta para ketua bidang di antaranya Prof.Ani Hasan, Susanto Liputo dan Haris Talamati.
Turut hadir pula Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi serta perwakilan Aliansi Jurnalis Independen Willy Pramudya dan perwakilan BNPT.(san/hargo)
