Daging dan Ayam Picu Inflasi

×

Daging dan Ayam Picu Inflasi

Share this article

GORONTALO – Kenaikan sejumlah bahan makanan pada bulan Mei 2016 memicu inflasi di Kota Gorontalo sebesar 0,26 persen.  “Walau tidak terjadi kenaikan harga beras, tapi inflasi bulan Mei 2016 didorong oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro ketika pers confrence di kantornya, Rabu (1/6)

. Menurut dia, kenaikan harga pada kelompok bahan makanan yang mendorong inflasi yang paling dominan masing-masing daging, ayam kampung, ayam ras dan sejumlah ikan segar seperti bobara, cakalang dan ekor kuning yang mengalami kenaikan harga.

Ada cabe rawit atau rica yang kembali naik pada bulan Mei. Dari pantauan terakhir Gorontalo Post pada bulan Mei, harga rica sudah kembali menembus Rp 50 Ribu per kilogram (Kg).

Selain itu, bawang merah dan bawang putih yang masih diatas Rp 40 Ribu per Kg masuk dalam kelompok yang mengalami penurunan harga. Eko Marsoro mengatakan, meski berada diatas Nasional sebesar 0,24 persen, inflasi di Kota Gorontalo pada bulan Mei masih cukup terkendali. “Mudah-mudahan juga, pada bulan puasa nanti kenaikan harga bisa dikendalikan juga,” katanya.

Sementara itu dari catatan BPS pula, kelompok yang mengalami deflasi hanyalah perumahan. Menurut Eko, hal itu diantaranya disebabkan oleh turunnya tarif dasar listrik (TDL), harga semen hingga cat rumah. “Selain itu, harganya relatif naik,” pungkasnya.(axl/hargo)