Hargo.co.id, GORONTALO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengumumkan nama-nama pasti, calon menteri yang akan membantunya dalam kabinet kerja jilid II. Namun mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan sudah mengantongi nama-nama calon menteri yang disodorkan partai politik anggota koalisi.
Dilansir dari Antara, Jokowi menyatakan, kabinet kerja periode mendatang akan banyak warna, tenaga muda-muda. “Sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah,” kata Jokowi baru-baru ini.
Dikutip merdeka.com, setidaknya sudah ada beberapa nama yang masuk ke ‘kantong’ Jokowi, dua diantaranya adalah politisi asal Gorontalo, Zainudin Amali dan Suharso Monoarfa. Politisi Golkar dan PPP itu selama ini memang berada ‘di lingkaran’ Jokowi, sebab partai keduanya sama-sama merupakan anggota koalisi Indonesia kerja (KIK) bentukan Jokowi.
Nama Zainudin Amali diusulkan partai Golkar ke Jokowi sebagai salah satu kader potensial mengemban jabatan Menteri. Saat ini Zainudin merupakan ketua komisi II DPR RI 2014-2019. Namanya masuk dalam bursa calon menteri, Zainudin Amali mengaku siap ditugaskan dimanapun. Termasuk saat ini, pria kelahiran Buhu, Kabupaten Gorontalo itu juga dijagokan Golkar memimpin MPR RI.
“Sebagai kader partai ditugaskan di manapun saya kira harus kita lakukan. Ya harus kita lakukan tugas pengabdian itu, di manapun,” kata Zainuddin.
Zainuddin tercatat pernah menjadi aggota DPR RI fraksi Golkar daerah pemilihan Gorontalo (2004-2009), sebelum kemudian melanjutkan kiprah politiknya di Jawa Timur. Pria yang baru saja menyandang gelar doktor itu kini memimpin DPD I Golkar Jawa Timur.
Sementara itu, nama Suharso Monoarfa juga dipastikan mengisi salah satu kursi menteri dalam kabinet kerja. Mantan menteri Perumahan Rakyat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diusulkan langsung PPP sebagai calon menteri kepada Jokowi.
Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, Jokowi telah meminta nama calon menteri dari partai berlambang Kabah itu. Baidowi mengakui salah satu nama yang kuat sebagai calon menteri adalah Suharso Monoarfa yang kini menjabat Plt. Ketua Umum DPP PPP.
Suharso bukan orang baru dilingkungan Jokowi, pada 19 Januari 2015, Suharso dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ketua Presidium Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) tahun 1980 – 1986 itu juga pernah menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan Gorontalo pada periode 2004-2009.
Selain Zainuddin Amali dan Suharso Monoarfa, sejumlah nama juga dikabarkan telah ada di tangan Jokowi karena telah diusulkan masing-masing partai, seperti Ida Fauziyah, politisi PKB ini diusulkan bersama 10 nama kader PKB ke Jokowi.
Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan jika Ida Fuziyah memiliki peluang menjadi menteri Jokowi karena memiliki pengalaman di banyak bidang.
“Ida sangat punya peluang,” kata Cak Imin pada 13 Mei 2019 lalu.
Dalam dunia politik, pengalaman Ida Fuziyah tidak perlu diragukan lagi. Ida tercatat menjadi anggota DPR RI periode 1999—2004, 2004—2009 dan 2009—2014 dari PKB. Kemudian pada 2018, PKB mengusung Ida Fauziyah untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sebagai Cawagub mendampingi Sudirman Said. Sayang Sudirman-Ida harus kalah dari calon petahana Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maimoen.
Kemudian PKB mengusulkan nama Hanif Dhakiri ke Jokowi untuk menjadi menteri periode kedua. Saat ini Hanif dipercaya menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Karier politiknya, Hanif pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah. Hanif juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PKB untuk periode 2005-2010.
Sementara itu, PPP juga menyodorkan nama Arsul Sani sebagai calon menteri Jokowi. Saat ini Arsul Sani menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019. Arsul bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan serta ia juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR. Dalam kepengurusan partai, Arsul Sani menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP sejak 20 Mei 2016 sampai saat ini.
Nama Airlangga Hartarto juga berpeluang masuk kabiet Jokowi. Ketua Umum Partai Golkar itu memang saat ini sedang menjabat Menteri Perindustrian. Airlangga satu-satu menteri Jokowi yang rangkap jabatan sebagai ketua umum partai politik. Golkar juga mengusulkan nama Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sejak 24 Agustus, Agus menjabat sebagai Menteri Sosial, menggantikan Idrus Marham. Kader Golkar lainya adalah Happy Bone Zulkarnaen. Dia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 fraksi Golkar, asal Daerah Pemilihan Jawa Barat 1, dan juga anggota Dewan Pakar ICMI periode 2005-2010. (gp/merdeka/has/hg)
