Maraknya pelanggaran tidak menggunakan helm serta kelengkapan surat-surat kendaraan juga ditemui dalam operasi simpatik di Kabupaten Gorontalo.
Bahkan, di wilayah ini pula ditemukan banyak sepeda motor yang telah dimodifikasi. Begitu juga dengan pelanggar paling dominan adalah pelajar dan mahasiswa.
Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP Wawan Andi,SIK mengatakan, pelanggaran yang didominasi kalangan muda karena seperti telah menjadi ngetren untuk memodifikasi kendaraan hingga tidak lagi sesuai standar. Hal tersebut menurutnya merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang akibatnya bisa membuat pengendara celaka.
“Di Kabupaten Gorontalo dari 115 kenderaan yang terjaring operasi, 65 kenderaan pelajar dan sisanya milik warga,” ungkapnya.
Berbeda dengan di Kota Gorontalo. Di Kabupaten Gorontalo pelanggar yang terjaring operasi langsung ditilang di tempat. Bagi kendaraan yang tidak memiliki surat-surat atau yang spesifikasinya tidak sesuai standar keamanan langsung ditahan.
Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar benar-benar menaati rambu lalulintas serta menggunakan perlengkapan kenderaan saat berkendara. “Bagi yang tidak taat, akan kita tindak tegas demi keselamatan mereka sendiri,” pungkasnya.(tr-48/tr-49/hargo)
