“Berkacamata lima lapis, nonton gerhana,†tulis Daniel di akun Instagramnya.
Pria berusia 34 tahun itu tampak santai saat melihat gerhana matahari, hanya dengan mengenakan kaos warna abu-abu dan celana pendek. Daniel tampak melihat gerhana dari balkon sebuah gedung tinggi. Sambil duduk, kepalanya tampak menengadah ke arah langit.
“Ini namanya digital marketing. Cari apa yang strategis, yang bisa undang turis datang banyak. Kemudian kita dorong mereka untuk mempromosikan wisata Indonesia lewat dunia maya,†papar Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Rabu (9/3).
Saat ini, potensi digital marketing sangat besar. Di kawasan Asia-Pasifik saja, ada sekitar 300 juta orang mencari destinasi wisata melalui internet. Karenanya, media digital menjadi tumpuan Kemenpar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Konsepnya, e-Tourism.
E-tourism menjadi konsep baru yang terus didengungkan Menpar Arief Yahya sebagai salah satu wujud dari digitalisasi promosi pemasaran dan pengembangan pariwisata agar berkinerja dua kali lipat. Misinya, mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2016. (ndi/hargo)
