Setelah berbincang dengan rekannya beberapa saat, Rony lantas memutuskan untuk kembali ke rumah kontrakannya di Kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.
Dari lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Rony yang mengendarai Toyota Avanza seorang diri melintas ke arah Jl. Suprapto atau ke kompleks pasar jajan baru.
Saat melintas di Jl. Suprapto, Rony lantas singgah di salah satu warung untuk membeli rokok. Rony turun dari mobil sambil membawa tas ransel yang berisi uang tunai Rp 30 juta. Usai membeli rokok, Rony kembali menuju ke mobil.
Namun saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba ia dihampiri seseorang yang mengenakan helm tertutup. Orang tersebut langsung menodongkan sebilah parang ke leher Rony.
Selanjutnya Rony digiring ke sebuah mobil yang Toyota Avanza hitam yang menunggu di belakang mobilnya. “Masuk ke dalam,†perintah orang tak dikenal itu dikutip Rony.
Saat masuk ke dalam mobil, ternyata ada juga rekan pelaku yang sudah menunggu di dalam mobil. Rony yang dalam kondisi terancam hanya bisa menuruti perintah dua kawanan perampok.
Saat di dalam mobil, Rony kedua tangan Rony diikat menggunakan tali. Selanjutnya Rony dibawa pergi menuju arah Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Dalam perjalanan, salah seorang perampok menanyakan apa isi tas ransel milik Rony. “Saya jawab tidak ada,†ujar Rony yang sebelumnya berdomisili di Jakarta itu.
