Mereka diperbolehkan masuk meski dilarang beribadah untuk mencegah ketegangan. Namun, siasat tersebut tidak berhasil.
Sejak saat itu, terjadi bentrokan setiap pagi. Pemuda-pemuda Palestina melempari polisi dengan batu. Kepolisian Israel pun membalas dengan tembakan gas air mata dan peluru karet.
Kemarin pagi (28/6) seorang perempuan Yahudi yang mengunjungi kompleks tersebut terluka karena terkena lemparan batu. Saat itu dia tengah berada di dekat area Tembok Ratapan.
Dia mengalami luka ringan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Kepolisian Israel akhirnya menahan 10 pemuda bertopeng yang mengganggu kunjungan warga nonmuslim pada Mingu dan Senin (27/6).
Sementara itu, Palang Merah Palestina menyatakan, pada Minggu saja, ada tujuh warga mereka yang dirawat di rumah sakit di Jerusalem Timur. Mereka mengalami luka-luka akibat peluru karet, gas air mata, dan pukulan.Â
