Anang memaparkan, EHTC adalah wadah untuk membantu pariwisata Indonesia, tugasnya adalah melakukan penelitian tentang halal tourism destination. Selain itu, menjadi learning and community development atau membangun human capital dan community services.
â€Wisata halal sendiri ada beberapa indikatornya. Salah satunya, wisata halal harus memenuhi ekosistem kegiatan wisata yang halal. Baik itu produknya, support pemerintah, infrastruktur, maupun human capital. Indikator tersebut harus saling bersinergi untuk membangun halal tourism,†bebernya lagi.
Jika halal tourism ini terus dikembangkan, imbuh Anang, maka pihaknya menargetkan Indonesia bisa mendapat ranking halal tourism destination pertama di dunia, paling lambat pada 2020. “Kami akan betul-betul memaksimalkan EHTC ini. Harapannya target tahun 2020 bisa tercapai, kita menjadi ranking pertama dalam destinasi wisata halal dunia,†katanya.
Di Indonesia, menurut Arief Yahya Menteri Pariwisata RI, ada tiga daerah yang diproyeksikan sebagai destinasi halal. Yakni Lombok NTB, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Tetapi wisman dari non Timur Tengah ataupun muslem Malaysia, juga tetap ada. Jangan khawatir, seperti Lombok tetap punya Gili Trawangan, Gili Air, Gili Menu yang untuk pasar Australia, Eropa dan Amerika,” kata dia. (hg)
