Beras dan Gula Merangkak Naik

×

Beras dan Gula Merangkak Naik

Share this article
Harga beras dan gula saat ini terpantau naik akibat jelang musim panen dan stok gula yang mulai minim. (Foto Dok. Gorontalo Post)

Sementara itu, minimnya stok gula membuat harganya naik. Kano, salah satu pedagang barang pangan di pasar Limboto mengatakan, saat ini pengambilan gula dari tangan ketiga sudah mencapai hampir Rp 800 Ribu per sak (isi 50 Kg).

Itupun, menurutnya, sudah cukup sulit mendapatkannya. “Sekarang gula memang so stenga mati (sulit,red). Dulu kan cuma main Rp 450 Ribu per sak, sekarang Rp 700 Ribu lebih. Sedang ini dengar-dengar mo naik lagi,” jelas Kano.

Meski demikian susah, namun penjualannya tidak begitu sulit. Permintaan konsumen akan gula cukup tinggi, “Paling banyak sekarang yang dibeli setengah kilogram. Tapi lancar,” ungkapnya.

Salah satu pedagang kue basah yang ditemui di pasar Limboto mengakui bahwa akibat tingginya harga gula, terpaksa dirinya menaikkan harga kue, terutama yang manis-manis. Untuk bisa bertahan, pedagang kue umumnya menggantinya dengan kue yang tidak memakai gula.

“Saya ganti dulu dengan jual lemper (Lalampa), panada, risoles, kue dari beras pulo (beras ketan), pokoknya jangan dulu yang manis-manis hehehe,” timpalnya.(axl/hargo)